Senin, 13 November 2017

on Computer Systems

Instructions: For each question, choose the single best answer. Make your choice by clicking on its button. You can change your answers at any time. When the quiz is graded, the correct answers will appear in the box after each question.

1. What is the difference between hardware and software?
 a.    Hardware is tangible, but software is intangible.
 b.    Hardware is metal, software is plastic.
 c.    Hardware is permanent, software is temporary.
 d.    Hardware is reliable, software is unreliable.

2. What hardware components (of a typical desktop computer) are usually found inside of the case?
a.    The processor, main memory, and monitor.
b.    The processor, main memory, and secondary memory
c.    First, second, and third memory.
d.    The keyboard, the disks, and the audio blaster.

3. Which component does the acutal computation of a computer system?
a.    The main memory.
b.    The secondary memory.
c.    The processor chip.
d.    The power supply.

4. Which type of memory is most closely connected to the processor?
a.    Main memory.
b.    Secondary memory.
c.    Disk memory.
d.    Tape memory.

5. Where are programs and data kept while the processor is using them?
a.    Main memory
b.    Secondary memory
c.    Disk memory
d.    Program memory

6. What is an embedded system?
a.    A program that comes shink-wrapped in a box.
b.    A program that is permanently part of a computer.
c.    A computer that is part of a larger computer.
d.    A computer and software system that controls a machine or appliance.

7. How is it possible that both programs and data can be stored on the same disk?
a.    A disk has two sections, one for data and one for programs.
b.    Programs and data are both software, and both can be stored on any memory device.
c.    Computers contain both a data disk and a program disk.
d.    Disks can only store data, not programs.

8. What are the two general types of programs?
a.    Entertainment and Productivity.
b.    Wordprocessors and Databases.
c.    Microsoft and IBM.
d.    System software and Application software.

9. What is an operating system?
a.    The part of the hardware that operates input and output devices.
b.    The part of the hardware that operates the mouse and the windows on the monitor.
c.    Systems software that coordinates the hardware and software components of a computer system.
d.    A section of software that must be part of every program.

10. What is a computer network?
a.    Two or more computers connected together to exchange data and programs.
b.    A computer that can run many programs from its hard disk.
c.    A group of computers that share the same power supply.
d.    A computer that is used by many different human users.



sumber: https://chortle.ccsu.edu

Selasa, 31 Oktober 2017

Mobil Dengan Kapasitas 16 Orang


Another story about Taxi, 

Sedikit re-orientasi mengenai definisi taxi adalah sebuah mobil carri dengan plat nomor hitam maupun kuning.

Pagi ini, kita mencoba keseruan pagi dengan naik Taxi ditemani salah satu teman yang sedang bermalam di kosan. Satu per satu mulai berdatangan, melihat jumlah saya kawatir akan overload maka saya bertanya apakah muat dan dengan santai ibunya hanya menjawab 'tenang bu, kemarin 13 orang muat' #keringat dingin

masuk satu per satu, depan terisi 2 orang dewasa dan 1 anak kecil plus 1 supir. Tengah saya dan teman saya, plus 2 orang lain total 4 orang. belakang sudah tidak terjangkau tidak bisa terlihat. Selang sebentar ada seorang ibu datang lagi dan bapak sopir keluar sebentar dan ibu tersebut masuk melalui pintu sopir baru bapak sopir masuk.

Perjalanan hampir membuat kita 'mateng' di dalam. Bisa bergerak karena terpaksa dan tergoncang jalan yang berlubang. terlihat di belakang diisi oleh 7 orang. Entah bagaimana harus bersikap hanya pingin ketawa aja.

Satu per satu ibu-ibu turun dan pemberhentian saya pun tiba. Turun dari taxi kami ketawa ngakak :-D ternyata bisa ya carry kecil diisi 16 orang ;')




sumber gambar: https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj2sNWk5ZnXAhWHRY8KHVScDVAQjRwIBw&url=http%3A%2F%2Fid.priceprice.com%2FSuzuki-Carry-8154%2F&psig=AOvVaw2W9K71mqrVF7z2eB-FRN0D&ust=1509502528591144

Rabu, 25 Oktober 2017

Kekuatan Bersyukur



Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له
Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”[1].


Sumber: https://muslim.or.id/20127-bersyukur-ketika-senang-dan-bersabar-ketika-mendapat-bencana.html


Penahkan kita melihat kehidupan orang lain begitu menyenangkan. Semua tampak sempurna bagi kita, seperti akata pepatah 'rumput tetangga selalu lebih hijau'. Orang lain tampak lebih bahagia, lebih mudah mendapatkan kesuksesan, dan lain-lain. Benarkan demikian? Pernahkan dalam suatu percakapan kita tidak membicarkan tentang kesuksesan namun tentang kegagalan. Kegagalan yang kemudian saling berdiskusi untuk memecahkan masalah.

Ada sebuah keluarga dimana bagi orang mereka tampak menyenangkan, semua sempurna, dan mereka bahagia. Namun orang tidak pernah mengetahui seberapa besar cobaan yang ia hadapi. Bagaimana dia bertahan ketika keuangan mulai colaps. Orang tidak pernah tau bagaimana mereka harus bekerja siang dan malam untuk sekedar bertahan hidup. Ada satu yang tidak pernah mereka lupakan ialah mereka selalu bersyukur dengan keadaan mereka. Dengan segala keterbatasan mereka bersyukur. Dengan segala keterbatasan mereka masih berterima kasih karena telah diberikan banyak anugerah.

Rasa syukur mereka lakukan dengan tidak mengeluh dan mengumbar setiap permasalahan di muka public. Dengan keuangan seadanya mereka berusaha untuk tetap berbagi meski kadang suami-istri harus menahan bisa belanja yang mereka inginkan. Mereka mencoba untuk tidak iri kepada yang lain, memantabkan hati bahwa rejeki sudah ada yang mengatur, dengan iri kepada orang lain tidak akan membuat kita lebih kaya justru akan menghambat perjalanan kita untuk maju untuk sukses.

Orang melihat mereka adalah orang yang berkecupukan. Sebenarnya Hati mereka yang berkecukupan. Hati mereka yang mampu untuk menerima apapun dan dengan keterbatasan mereka mencoba untuk bergerak dan sukses. Semoga Allah menjaga mereka dengan ketulusan mereka, dengan rasa syukur yang ada di dalam hati mereka.


sumber gambar: https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj8jJ-4yorXAhXIJ5QKHX0kAnUQjRwIBw&url=https%3A%2F%2Fmuslimah.or.id%2F7235-hakikat-ujian-dunia.html&psig=AOvVaw3ShlmC6fFC0E844wlgPPzN&ust=1508979874648317

Kemenangan



Perlombaan adalah sebuah hal yang selalu ada di Dunia ini. Ada perlombaan yang memang diciptakan untuk mengasah kemampuan seseorang. Ada perlombaan yang secara alami akan muncul meskipun tidak berlabel perlombaan. Jika kita amati maka setiap lini kehidupan kita semua berisi dengan perlombaan dan persaingan.

Perlombaan yang diselenggarakan untuk memperoleh kemenangan akan memberikan soal kepada peserta. Setiap Peserta dipersilahkan mengerjakan dengan sistem bergantian atau berebut atau dengan sistem yang lain untuk mendapatkan nilai tertinggi sehingga dia bisa menjadi pemenang. Biasanya dalam hal ini akan ada warning dari panitia 'Keputusan Juri Tidak Dapat Diganggu Gugat'. Lantas bagaimana jika juri tidak fair atau menurut kita tidak fair. Hal itu sangat wajar, mengingat juri adalah manusia. Bahkan seobjektif apapun juri jika keputusannya membuat kita kecewa kita tetap akan kecewa. Maka Makna dari perlombaan ini bukan hanya untuk siap menang, namun menyiapkan kondisi untuk siap kalah, Best condition or Worst condition, Dengan mempersiapkan semua kemungkinan maka akan sangat mudah seseorang bangkit dan kembali berjuang di perlombaan yang lain. Namun jika seseorang tidak siap dengan kemungkinan yang terjadi, bisa jadi ia akan terpuruk dalam kekalahan hati untuk menerima kekalahan. Hal ini akan berakibat lama bisa bangkit lagi dan mulai kembali produktif.

Perlombaan yang tidak berlabel atau tidak memiliki penyelenggara, setiap saat dalam kehidupan kita terjadi. Mulai dari perlombaan sel sperma untuk mencapai sel telur, semuanya ter-setting sebagai perlombaan. Perebutan jabatan, Perebutan posisi dan kehormatan, semua juga termasuk di dalam perlombaan namun tidak ada rule aturan yang mengaturnya. Kecurangan, Penusukan dari belakang, Saling menghianati, hal yang akan sangat sering terjadi. Maka sebagai peserta kita harus bisa mempersiapkan semua keadaan best condition or worst condition. Jika dalam perlombaan ini kita terpuruk terlalu lama maka dunia tetap akan berputar sedang kita akan tetap diam tidak bergerap produktif.

Semua perlombaan memiliki sisi kalah dan menang. Kemenangan harusnya membuat kita melihat kebawah, menata diri untuk tidak sombong dan bisa bermanfaat bagi yang lain. Kekalahan adalah saat kita menginstropeksi diri mengenai kekurangan dan strategi untuk bergerak maju, menghilangkan sifat iri dan amarah untuk mulai melangkah kedepan. Apapun yang terjadi, kalah atau menang, kesuksesan itu milik kita, tidak perlu menoleh kanan kiri untuk membandingkan dengan orang lain. Bersyukur akan membuat kita bisa bertahan dan memenangkan banyak perlombaan.

sumber gambar: https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjygJPOxorXAhUHv7wKHVQfBBAQjRwIBw&url=http%3A%2F%2Fwww.rafifamir.com%2F2016%2F04%2F12-kiat-jitu-memenangkan-perlombaan.html&psig=AOvVaw2Ayx0syvWZ_U0g0Tp_Qk3X&ust=1508978898342052

Problem Creator vs Problem Solver



Guru berkewajiban membentuk kepribadian siswa pada saat di sekolah. Pembentukan kepribadian ini sangat diperluka untuk membantu proses kedewasaan siswa. Pembentuka kepribadian ini bisa dilakukan dengan cara menempa siswa dengan berbagai masalah, namun ada saat Guru harus melunak mebantu dan membimbing siswa memecahkan masalah.

Guru harus menjadi problem creator. Menciptakan masalah bagi siswa, memberikan tantangan yang harus dilakukan oleh siswa. Menekan siswa agar siswa belajar untuk kreatif dan solutif. Percayalah bahwa dunia lebih kejam daripada kita. Jika guru tidak mampu menjadi proble creator maka yang terjadi siswa tidak akan mampu menghadapi dunia luar ketika nanti siswa tersebut meninggalkan bangku sekolah. Tidak jarang siswa yang pintar dalam pelajaran tidak mampu menyelesaikan masalaha karena sejak awal guru tidak pernah menempatkan siswa dalam masalah.

Guru harus menjadi problem solving. Pada suatu kondisi, guru harus mampu membantu siswa dalam keterpurukan. Ketika masalah yang terjadi pada siswa sudah berasal dari luar (bukan dari guru) maka guru harus membantu siswa untuk memecahkan masalahnya. Membersamai sekedar duduk saja dengan siswa mendengarkan keluh kesahnya. Sekedar tidak memarahi ketika ia sedang terluka. Setelah itu menuntun siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi serta bangkit dari permasalahan tersebut.

Problem creator dan problem solving memiliki waktu yang berbeda dan harus dapat mebedakan. Guru harus bisa menempatkan diri kapan dia harus memberikan masalah kepada siswa atau kapan guru harus membantu siswa menyelesaikan permasalahannya. Jika tertukan peran tersebut bisa jadi siswa akan benar-benar terpuruk dan akan menambah beban siswa. Hal ini akan berpengaruh sangat buruk kepada siswa.


Link gambar: https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj5xN2awYrXAhVCXrwKHQzzDc8QjRwIBw&url=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fmenteri-yohana-larang-sekolah-keluarkan-siswa-bermasalah-ctt2&psig=AOvVaw0zFAONawv1WAuzBM8mwAav&ust=1508977431541197

Senin, 23 Oktober 2017

Best Friend

Saat kita berjalan bersama
meniti setiap perjalan laju tawa dan kesedihan bersama
namun ternyata waktu dengan kejam menggerus perasan itu
menyeleksi setiap langkah kita

hingga kau menjadi orang hebat
kau pun menjadi orang yang kau ingin menjadi seperti itu

tinggal berdua dengan kelemahan dan kekurangan kita
berjalan berdampingan
dengan chat-chat sampah dan saling menyampah
sekedar mengatakan peluh dan bahagia

dan saat ini kuharap waktu akan berdamai
agar tidak menggerus apa yang tersisa

soulmate

jika detik ini aku masih di depanmu
memandangmu dengan perasaan memenuhi dada ini
jika detik ini aku masih menggenggam erat tanganmu
menikmati setiap rasa kepemilikanmu terhadapku
jika detik ini aku masih merangkul tanganmu
menarikmu dalam langkah cepatmu agar aku tidak tertinggal
jika detik ini air mata masih menghiasi saat perpisahan tiba
meluncur tak pernah tertahan meski kata orang waktu bisa menghapus semua

maka, itu adalah secuil perasaan yang bisa kulakukan
untuk sekedar meyakinkan hatiku bahwa dirimu adalah milikku
maka, itu adalah sedikit usahaku untuk merengkuh dirimu dengan erat
untuk sekedar meyakinkan bahwa kau membalas setiap cintaku
maka, itu adalah sedikit usahaku untuk mengajakmu berjalan bersama
dengan kecepatan dan kelambatan ku dalam berjalan
maka, katakan pada mereka bahwa separuh hatiku memang sudah ada padamu
dan kemanapun kau pergi tanpa aku disisimu, masih ada hatiku yang tertambat pada hatimu

Dan terlantun doa agar Allaah menjagamu dan menjagaku
agar dalam cinta kita bersemi cinta kepada-Nya
agar kita masih berjalan dalam jalan yang Dia tentukan
agar kita diberi kekuatan membedakan mana yang baik dan buruk
agar kelak kita dipertemukan lagi dalam kehidupan setelahnya

wahai angin, dalam gelap malam dan kelip bintang tertutup awan
sampaikan salamku padanya, katakan bahwa Aku mencintainya karena Allaah memintaku demikian

Tong Kosong Itu Nyaring Bunyinya

Berbicara adalah hal yang penting dalam menjalin komunikasi sehari-hari. Berbicara dengan berbagai bahasa dan mimik akan membuat manusia mengkomunikasikan banyak hal dan banyak pesan. Manusia berbicara untuk sekedar melepas peluh dan penat yang berputar di kepala. Melampiaskan kebahagiaan untuk berbagi dengan sekitar.

Bahkan bicara juga dapat menunjukkan karakter kepemimpinan dalam diri manusia. Apakah berwibawa, apakah memiliki pengetahuan yang luas, apakah bijaksana. Bicara juga dapat menentukan tingkat sosialita seseorang. Tema yang dibicarakan bisa menunjukkan latar belakang seseorang, apakah kalangan orang beragama atau kalangan orang dengan lingkungan jalanan. Semua karakter bisa dilihat dari pembicaraan seseorang.

Untuk berbicara manusia memerlukan ide untuk dibicarakan. Bisa dibayangkan jika seorang manusia hidup dalam tempurung satu sisi kehidupan dengan keterbatasan suasana dan ide. Maka bisa dipastikan maka yang akan dibicarakan adalah tema yang sama namun diulang berkali-kali. Jika seseorang itu tinggal di kalangan orang beragama maka yang keluar dari bibirnya adalah yang berkaitan dengan agama. Namun jika di dalam lingkungan dan otak adanya hanya tema se x maka yang akan keluar dan dibicarakan juga tidak lepas dari tema tersebut. Jika di dalam pikirannya penuh dengan keinginan untuk belajar maka pembicaraannya juga tidak lepas dari masalah belajar.

Namun apa jadinya jika seseorang dengan kehidupan yang tertutup tempurung ingin menjadi sosok pemimpin? Dia akan berbicara layaknya pemimpin namun dengan pengetahuan yang sedikit. Karakternya yang suka memaki, menyalahkan, menertawakan, menyela saat berbicara menunjukkan kekurangan dalam pengetahuannya. Apa yang akan dibicarakan akan diulang berkali-kali, hingga tidak ada makna yang bisa ditangkan oleh pembicaraan tersebut. Pembicaraan yang tidak terarah juga digunakan untuk menutupi aib dan kekurangan yang bersangkutan. Jika anda mengetahui yang demikian mungkin benar pepatah 'tong kosong nyaring bunyinya'

Kamis, 19 Oktober 2017

Profesionalisme Guru



Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, adapun macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru profesional antara lain: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial.

Kompetensi Pedagogik

Kompetensi seorang guru menguasai kelas, menguasai kondisi psikologis siswa. Kompetensi ini sangat kompleks untuk dilakukan. Kapan harus membimbing dengan menggenggam tangan, kapan membimbing dengan menegur dengan sindiran hingga teguran keras, kapan membimbing dengan memaksa berlari. 

Bagaimana karakter siswa, bagaimana latar belakang yang membuat seorang siswa menjadi nakal manupun menjadi rajin. Menggali informasi dengan siapa dia bergaul, bagaimana cara mereka berteman. Sehingga suatu saat diperlukan kita mampu membimbing siswa tersebut atau mengantisipasi adanya masalah yang akan datang dengan pergaulan, karakter siswa, atau lingkungan keluarga.

Psikologi bukan hal yang tabu dalam dunia guru, menelisik cara siswa berbohong, berpikir celah yang akan digunakan oleh siswa dengan harapan guru mampu mengimbangi perkembangan siswa baik ke arah positif maupun negatif.

Kompetensi Kepribadian

Kompetensi yang berkaitan dengan diri guru tersebut. Menelisik diri sendiri, apa yang sedang sakit, apa yang kurang dengan diri sendiri agar bisa menata penampilan fisik serta non-fisik. Mungkin pernah kita merasakan sedang bersedih namun karena seseorang sedang bersemangat maka kita ikut tertular semangat beliau. Ada kala dengan senyuman semanis apapun akan rona kesedihan tetap terpancar, karena kekuatan penampilan non-fisik lebih besar kekuatannya daripada penampilan fisik.

Mari meraba hati ini, adakah iri dengki dengan teman sejawat, tetangga, atau yang lain. Mari menata hati ini menerima dan bersyukur agar kita bisa memperbaharui penampilan non-fisik kita. Mari memperbaiki diri kita, memadang sesuatu bukan dari sudut pandang negatif namun melihatnya dengan nilai yang akan selalu positif. Harapannya saat Guru tersebut 'selesai' dengan diri sendiri maka bukan hanya ucapan yang akan membekas pada siswa namun juga tutur santun, dan suri tauladan.

Kompetensi Profesional

Sebuah kompetensi yang menuntut kita memahami materi dari dalam hingga lebih kedalam lagi. Menjelaskan bukan dengan bahasa kita dan pemahaman kita, namun dengan bahasa mereka dan pemahaman mereka. 

Beberapa Ilmu bahkan selalu berkembang cepat mengikuti perkembangan zaman. Belajar bukan hal yang tabu. Belajar pada yang lebih muda, lebih mampu jika memang diperlukan. Senioritas, bullying, gengsi, dan lain-lain mari kita tundukkan sejenak untuk saling berbagi ilmu. Mungkin jika guru lebih memilih belajar maka pergosipan dalam dunia guru akan berkurang drastis jika guru sudah sibuk dengan belajar maupun dengan diskusi tanpa berdebat.

Kompetensi Sosial

Sebuah kompetensi yang menuntut seorang guru mampu menyesuaikan diri dengan kondisi sosial sekolah maupun masyarakat. Bagaimana guru menghadapi permasalahan yang terjadi antar guru, menyelesaikan dengan win to win. Menjatuhkan Guru lain agar mendapat jabatan, pujian, bukanlah hal yang pantas dilakukan oleh guru yang menyandang predikat profesional. (Ucapan Lisan Bonita D. Dosen Universitas Negeri Yogyakarta).

Kompetensi Sosial itu sangat kompleks, berkaitan dengan apa yang ingin dan diingin orang lain. Maka mari berpikir dengan cara yang sederhana, Jika kita suka orang ramah pada kita maka kita harusnya yang ramah duluan. Jika kita benci diperlakukan dengan cara tersebut mari tidak melakukan hal tersebut pada orang lain. Prinsip sederhana itu yang akan membuat kita mampu memiliki kompetensi sosial dan dapat bermanfaat secara sosial.


sumber gambar: https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwi5krCX4PzWAhXGQY8KHYiFA3sQjRwIBw&url=http%3A%2F%2Fherysoecahyono.blogspot.com%2F2014%2F06%2Fkompetensi-guru.html&psig=AOvVaw3kdGeB2e9R73Fad_77GxQe&ust=1508504717457373

The Best Teacher



Mari melihat masa lalu, bukan untuk melihat mantan maupun mantanya mantan #eh

Mari kita ukur kemampuan saat SD-SMP-SMA mampukah kita me-recall lagi kemapuan tersebut, atau semua sudah hilang.

Bagi saya diskusi tanpa berdebat itu menyenangkan, mendapat tambahan ilmu, belajar sesuatu yang baru, belajar sesuatu yang lebih luas. Saat saya yang (ternyata) menyandang Sarjana Informatika diajak berdiskusi tentang molekul, tentang sel, tentang genetika, tentang cahaya, tentang gravitasi, dan lain-lain ternyata masih nyambung #SoSweet.

Lantas saya berpikir, 'keren sekali guru saya dulu'. Saya yang dulu (sampai sekarang sih) bodoh banget bisa mengingat dan membekas sekali pelajaran tersebut. Bukan dengan nilai yang sempurna, namun mengkaitkan setiap pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Se-keren apa guru-guru saya dulu.

Mungkin tu yang dimaksud dengan pahala guru yang terus mengalir.

Kembali kepada diri saya, seperti apa saya mengajar? Kata profesional terlalu jauh bagi saya. Membuat siswa saya mengingat saya saja sepertinnya hampir imposible.

Belajar, Belajar, Belajar seharusnya demikian yang saya lakukan. Menjelaskan bukan dengan bahasa yang saya pahami, namun dengan bahasa yang dipahami oleh siswa. Menjelaskan setiap manfaat yang akan didapat dengan pembelajarn kita. Memberikan banyak kosa kata, pengetahuan, baik ilmu maupun moral. Sambil berdoa semoga setiap ilmu itu bermanfaat bagi mereka.



sumber gambar: https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjZ_dCT1vzWAhUDqo8KHdjiDiAQjRwIBw&url=https%3A%2F%2Fpixabay.com%2Fid%2Fbelajar-jam-jam-wajah-waktu-arah-415341%2F&psig=AOvVaw0jPYE3ZszIsc8XyCVrsYVG&ust=1508502039047077

Guru


Sebuah Profesi yang (katanya) mulia mencerdaskan anak bangsa. Lantas mari menelisik di dalam hati apa makna seorang guru. 

Malam sebelum berjuang menyiapkan apa yang akan disampaikan besok, jika tidak sempat setidaknya dipikirkan kelas apa yang akan diajarkan besok. 

The day after yesterday, kita memulai hari dengan berdoa 'semoga hari ini bisa terlalu dengan baik.'

Bercengkrama dengan sesama guru, diskusi hingga gosip #ups

Bel berdering saatnya masuk ke dalam kelas, menemui mereka siswa kita yang sontak pada saat itu menjadi anak-anak kita. Menemani mereka dalam menjalani proses yang bukan hanya sekedar belajar namun juga proses pendewasaan.

Mari mulai mendongen tentang ilmu yang wajib mereka pahami, menjelaskan dengan semua kemampuan dan keterbatasan kita. Tidak perlu menjadi guru yang sempurna bagi mereka, mari mengakui kebodohan kita yang harus jadi pembelajaran mereka untuk maju melebihi gurunya.

Mari berkisah tentang sopan santun adat dan etika, karena sepintar apapun mereka tidak ada yg bisa memilih lahir belakangan. Hukum agama dan adat yang mengatakan bahwa yang Muda menghormati yang Tua, yang Tua menyayangi yang muda. Sesederhana itu mari kita praktekkan.

Mari berkisah tentang diri kita masing-masing. Saat kita suka bagaimana diperlakukan, maka dengan demikianlah mari kita berlaku. Saat bagaimana kita tidak suka diperlakukan, mari kitapun tidak melakukan hal yang sama pada orang lain.

Mari bersama menandatangani konsekuensi atas setiap perbuatan agar menjadikan kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Apa yang dilarang pada siswa harusnya menjadi larangan bagi guru. Sehingga jika sang Guru belum mampu lepas dari HP mari kita buat kesepakatan 'boleh mainan HP, asal tetep fokus dan jika tidak fokus maka....'. kesepakatan itu harus berlaku untuk membelajarkan diri kita untuk disiplin.

Mari kita bermimpi, membangun masa depan cerah dengan segala keterbatasan kita. Mari membangun mimpi perlahan menjadi kenyataan agar kelak siswa dapat membangun kehidupan yang lebih baik daripada saat ini.

Mari perlahan menuntun anak-anak kita melangkah menggapai mimpi mereka. Ada saat dimana kita harus memarahi mereka untuk menyemangati. Ada kala kita harus meruntuhkan kepercayaan diri mereka untuk mengukur kadar ketangguhan mereka. Karena Dunia itu lebih keras daripada saat masih bersama orang tua, saat masih memiliki status 'siswa'.




sumber gambar: https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjNtPmk0vzWAhWLtY8KHfUmBvMQjRwIBw&url=https%3A%2F%2Fnewteknoes.com%2Fgambar-dp-bbm-hari-guru-25-november-bergerak-terbaru%2F&psig=AOvVaw29QVR2uCd3oaw1fvy-fvZN&ust=1508500990569231

Jumat, 27 Februari 2015

Tipe manusia



Ada beragam tipe manusia, bahkan ketika dipaparkanpun mungkin akan ditemukan jenis manusia yang oain. Saat ini saya akan membahas beberapa jenis manusia yang mungkin ada yang akan revisi lagi nanti kedepannya.
Dalam hidup kita akan bertemu dengan berjuta-juta orang. Mulai dari teman sekolah PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, kuliah S1, S2, S3, kerja dan lain-lain. Perjalanan hidup saya dimulai sejak TK konon katanya dulu saya sangat nakal. Well iya juga sih hehehe J belum genap 2 tahun di TK saya sudah dipindah di SD (baca: sangking nakalnya say). Lulus SD normal dan melanjutkan ke SMP lantas ke SMA yang waktu itu lumayan bagus di kota saya. Kuliah di Universitas Negeri di kota besar di DIY, dan kuliah PPG di Universitas Negeri di Surabaya. Bukan kisah saya yang akan saya bahas tapi posisi saya sebagai sudut pandang ke tiga yang akan saya bahas. Loncat TK satu tahun akan membuat saya sebagai orang yang dianggap masih kecil namun berbeda dengan kenyataan saya terlalu sering dipanggil mbak (-,-) bisa dihitung jari orang yang memanggil saya dek.
Well prologue nya kelamaan. Lanjut pada inti pembahasan. Ini tipe orang berdasarkan pembawaannya dan tanggapan ketika kita curhat kepadanya
1.       Tipe orang yang selalu tenang santai kalem tapi sekali ngomong langsung jleb-jleb
Pernah nggak ketemu sama tipe orang seperti ini. Dari pembawaan orang ini santai kalem, tapi sekali ngomong langsung karismanya keluar? Orang tipe ini jarang diajak bercanda karena orangnya selalu serius dan dipikir di dalam hati. Hati-hati dengan orang tipe ini, biasanya dia adalah pemerhati orang lain dan memiliki database banyak tentang orang-orang disekitarnya. Orang dengan tipe ini adalah orang tipe listener. Jadi enjoy aja kalau ngomong dan curhat sama mereka karena mereka akan mendengarkan apapun cerita kita tanpa menjeda cerita kita.
2.       Tipe orang yang suka sekali cerita entah cerita itu akan diulan g sampai berates-ratus kali sekalipun
Tipe yang kedua ini adalah tipe orang yang suka di dengarkan, cari perhatian, dan sejenisnya. Lha tipe yang kedua ini suka sekali cerita entah dengan orang baru maupun dengan orang lama. Ceritanya ya itu-itu aja dan diulang-ulang. Hati-hati kalau curhat sama dia karena yang ada bukannya jadi kita yang curhat malah yang ada kita jadi pendengar dan nadk jadi curhat. Tipe orang macam ini seneng banget kalau diperhatikan. Gampang membuat orang tipe ini bahagia cukup dengarkan saja dan jangan dibantah, beri jawaban dan tanggapan secukupnya karena dominansi kita akan kalah dengan kekuasaannya bercarita J
3.       Tipe orang yang apatis, cuek dan tidak mau tau
Tipe ini adalah tipe yang paling tidak enak untuk diajak bercerita. Setiap apapun solusi yang akan kita tanyakan akan mentok di jawaban “kalau memang ndak bisa ya ga usah”. Orang seperti ini malah akan mematahkan semangat kita kalau kita mau mencari semangat.

Next… tipe orang berdasarkan tingkat emosinya
1.       Tipe pemarah dan suka nyalahin orang lain
Duh tipe ini yang terlalu sering saya temui. Orangnya suka marah-marah dan walaupun salah kalau dimarahin tetep akan menyalahkan orang lain. Bête banget nggak sih kalau ketemu orang tipe ini. Misalkan ada dia udah ngebut terus nyerempet kendaraan lain yang ada dia malah marah-marah padahal yang ngebut siapa yang nabrak siapa iya nggak?
2.       Tipe orang yang ngga sabaran
Pernah nggak kalian di lampu merah lampu baru hijau motor atau mobil (tapi seringnya motor) yang nun jau dibelakang sana udang nge-Bel. Nyebelin nggak sih? Atau sudah jelas-jelas macet tapi tetep aja ngebel. Please deh pak, bu…. Ngebel nggak bikin kalian segera jalan. Kalau macet ya macet aja ndak udah ngebel-ngebel. Kalau ndak mau macet ya terbang aja gampangkan? Tipe orang seperti ini biasanya adalah tipe orang yang merasa dirinya penting. Bukan orang penting tapi merasa dirinya penting. Kalau memang ndak mau terlambat ya sudah berangkat pagi. Kalau berangkat siang ya macet lah. Ini Surabaya Bung, bukan Pacitan yang masih lenggang!
3.       Tipe orang yang pemarah tapi ditahan jadi kelihatan seperti orang sabar
Tipe yang ketiga ini yang tau hanya diri kita sendiri. Ketika marah pada orang lain terus kita bisa sabar maka kita bisa masuk kategori 3. Biasanya orang tipe ini pada dasarnya bukan orang sabar namun mencoba untuk sabar. Orang tipe ketiga ini ketika marah akan mencoba untuk diam dan setelah marah selesai baru bisa normal lagi. Tapi hati-hati dengan orang tipe ini karena orang tipe ini sedikit lebih horror menurut saya. Kalau sudah bener-bener mentok marah dia akan mendiamkan kita. Bagi saya sih kalau dimarahin dar…dar…dar…dar… itu lebih baik dari pada didiemin. Kalau di diemin itu kita ndak tau salah kita apa tapi didiemin, sakitnya itu dimana-mana.
4.       Tipe orang yang memang asli sabar
Yang membedakan tipe ini dan tipe sebelumnya adalah lama atau tidak dia marah. Tipe ini kalaupun marah hanya sak nyuk istilah jawa, hanya sebentar saja marahnya. Setelah itu memaafkan. Namun tetap jangan main api dengan tipe orang ini. Tipe marahnya tetep kayak tipe nomer 3. Kalau anda mendapatkan suami atau istri dengan tipe seperti ini berbahagialah bisa jadi anda adalah orang terkaya di dunia ini. Bukan kekayaan uang tapi kaya maaf dan kaya kesabaran. Jaga baik-baik J
5.       Tipe orang yang melebih-lebihkan masalah
Pada tipe ini ada orang yang tertusuk jarum 2 mm saja langsung teriak-teriak “UGD…UGD…” lebay kan? Tipe ini membuat masalah kecil menjadi luar biasa. Padahal sebenarnya ada masalah yang tanpa diselesaikan pun akan selesai dengan sendirinya.
6.       Tipe orang yang meremehkan masalah
Pernah nonton film “Hari Untuk Amanda” cerita seorang Amanda yang mau menikah namun malah sempet bimbang karena Hari mantan pacarnya dating lagi di 10 hari sebelum dia menikah. Hehe saya ndak akan membahas masalah cerita itu, tapi yang saya mau ambil karakter Hari di sini. Hari selalu beranggapan bahwa Amanda adalah untuk dia bahkan sampai 10 hari menjelang Amanda menikah. Hari merasa komitmen pernikahan itu bukan hal yang penting dan prioritas, bagi dia yang penting hidup itu Santai seperti di Pantai, Slow seperti di Pulau. Kita banyak bertemu dengan orang yang meremehkan masalah seperti ini kan, sepele memang tapi kadang prioritas itu yang tidak bisa disepelekan. Pernikahan itu prioritas dalam sebuah hubungan tapi banyak orang yang berpikir pernikahan itu bukan sesuatu yang penting dan baru terasa penting ketika calonnya sudah “diambil” orang lain. Well ini contoh aja ya :-P J jangan diambil hati.
7.       Tipe orang yang menghadapi apapun dengan senyuman
I love you like a summer J pernah dengar kata-kata itu ndak? Ketika mengucapkan kata-kata itu rasanya bibir saya seperti ini tertawa. Kata-kata itu membuat saya melihat sosok orang yang menghadapi masalah dengan sabar banget dan dengan senyuman manis J. summer itu musim panas dalam Negara 4 musim kan, summer berarati saat bunga-bunga tersenyum dan mulai menguncup. Saat yang indah untuk kita memulai aktivitas tanpa taput salju turun. Orang-orang yang menghadapi masalah dengan senyuman biasanya wajahnya cerah secerah kuncup bunga di awal musim panas.
8.       Tipe orang datar
Pernah nggak nemu orang yang ekspresinya datar? Nggak iya nggak nggak.  Tipe orang seperti ini bukannya ndak punya ekspresi tapi entah mengapa saya juga ndak tau enspresiny datar dan cendrung judes. Tapi kalau sudah deket yakin deh mereka itu orang yang enjoy diajak bergaul. Don’t be negative J
9.       Tipe yang kesembilan belum kepikiran next time insyaaAllah J


Selasa, 10 Februari 2015

Pernikahan

Hari ini tanggal 10 februari 2015 setelah beberapa sentilan kemarin
Lagi lagi mengenai pernikahan. Special banget ya masalah satu ini. Special ndak special sih. Why? Special karena ia menggenapi separo dien. Tapi bukan berarti menikah adalah segalanya dan meninggalkan amal ibadah yang lain.

Pernikahan itu hakikatnya bukan hanya sekedar sex benar kan? Pernikahan itu adalah bersatunya dua orang yang berbeda menjadi satu organisasi yang bernama keluarga. Ini definisi saya saja sih.
Sebuah analogi sederhana ada seorang sahabat dekat yang selalu kemanapun bersama tapi ketika akhirnya ngekos bersama banyak ketidak cocokan. Ini baru sahabat yang hubungan batinnya tidak sedalam hubungan pernikahan kan?
Pernah melihat ibu-ibu dan ummahat-ummahat yang mengeluhkan aib suaminya di media social. Semua orang lhoo lihat, semua orang lho ikut komentar. Apa ndak malu ya? Apakah berharap suami tau isi hatinya. Kenapa ndak langsung ngomong aja? Apa susahnya langsung ngomong ke suami. Bukannya dia adalah orang yang katanya disayangi dan dicintai?
Suami kres dengan istri lantas menjadikan alasan masalah rumah tangganya sebagai pembenaran untuk perselingkuhan. Iya kah? Kenapa tidak dikomunikasikan?
Wajar kok wanita pingin curhat, wajar kok ada kata yang ingin diungkapkan dengan kekesalan itu. Wajar banget karena secara otak wanita semua menggunakan perasaan. Inget banget ketika kemarin ndak disapa aja udah mewek (it’s me). Nunggu kelamaan juga mewek lagi. Logikanya dimana??? Yes bener ndak ada logikanya karena secara naluri wanita menggunakan perasaan. Terus apa yang salah? Jangan ngumbar aib di media dunk. Risih lihatnya, belum tentu suami baca klo pun akhirnya akan dibaca belum tentu masalah selesai. Gimana klo jadinya malah berantem karena suami merasa dipermalukan? Jadi tambah runyamkan masalahnya?
Istri cerewet, istri menyebalkan, istri suka marah-marah, istri ndak nurut sama suami, istri membantah kata-kata suami, istri ndak mau melayani suami, apa lagi? Apa lagi salah istri? Buanyak banget pasti salahnya. Iyalah istrikan juga manusia. Ada kalanya bahagia, sedih, capek, semangat, bad mood, good mood. Istri bukan malaikat yang akan tau dan paham isi hati seorang suami. Jangan berharap suami paham apa yang harus di lakukan tanpa diberi tau dan dinasehati. Walaupun sudah dinasehati sekali, dua kali, tiga kali, empat kali bukan berarti itu jadi alasan bahwa istri mutlak salah kan. Ingat istri adalah tulang rusuk laki-laki yang bengkok jika dipaksa lurus akan patah. Perlu pelan-pelan meluruskannya dan itu bukan dalam waktu satu tahun dua tahun atau hitungan satu sampai sepuluh. Semua proses berjalan sampai salah satu atau keduanya menghadap-Nya
Belum lagi masalah dengan mertua. Pernikahan itu memang butuh perencanaan yang luar biasa termasuk salah satunya tinggal di PMI atau trandnya Pondok Mertua Indah. Akan ada masalah dengan mertua itu pasti. Misalnya ibunya istri suka ikut campur masalah rumah tangga misalnya. Masalah yang seharusnya dipecahkan berdua jadi harus bertambah dengan pihak ketiga yaitu ibu mertua. Mau menasehati istri akhirnya mentok dengan ibu mertua juga. How? Jadi inget tadi malam ngobrol dan berdiskusi masalah rumah tangga. “setelah menikah istri itu harus patuh pada suami dan suami harus patuh pada ibu dari suami tersebut”. Jadi ingat ketika ada tausiyah di stasiun TV pas ramadhan ada yang Tanya
“Ust kan klo berhubungan suami istri ketika puasa itu berarti puasanya batal dan harus membayar puasa sebagai hukuman atau iqobnya. Kalau seandainya suami meminta berhubungan apa yang harus dilakukan seorang istri?”
“sebagai seorang istri tetap mengingatkan, terus diingatkan tapi jika sudah mentok diingatkan dan tetap tidak bisa maka istri harus tetap melayani suami dengan konsekuensi hukuman itu”
Ini bukan justifikasi bahwa suami selalu benar lho ya. Yang bener suami adalah penanggung jawab istrinya. Jika istrinya salah harus diingatkan dan jangan sampai malah membuat istri masuk neraka karena ulah suami sendiri.
Lha yang ingin saya bahas di sini adalah patuhnya istri pada suami itu memang harus sepatuhnya patuh bukan sekedar nasehat itu cocok terus ikut, nasehat yang lain ndak cocok ndak ikut, dan harapannya ibu dari istri lebih legowo “merelakan” putrinya untuk membangun rumah tangganya dengan suaminya. Suamipun juga tidak bisa serta merta menyalahkan istri dan ibu mertuanya. Semua kembali dengan komunikasikan masalah dengan benar. Pahami jika ikatan batin istri dan ibu tidak akan pernah terputus selamanya. Jangan korbankan perasaan keduanya.
Masalah yang lain misal tinggal dengan orang tua suami, ada istri yang merasa tertekan, ndak sepaham, beda pendapat dengan ibu mertua. Terus suami harus bagaimana? Kembali ke prinsip saya sebelumnya “setelah menikah istri itu harus patuh pada suami dan suami harus patuh pada ibu kandungnya”. Suami jangan mentang-mentang sayang banget dan luar biasa pada istri lantas mencampakkan ibu kandung. Ingat anda sukses itu harus lulus SD dulu minimal dulu yang membiayai siapa dan merawat siapa? Ndak mungkin kan ketemu istri sejak SD? Dan istri pahami jika anda sayang dengan suami anda dan ibu mertua anda juga sayang dengan suami anda. Jangan jadikan perbedaan pendapat antara anda dan ibu mertua anda sebagai ajang perebutan seorang suami dan seorang laki-laki. Dan suami pahami posisi anda komunikasikan dengan baik jangan malah menjadi pemicu peperangan antara istri dan ibu anda.

Saya paham posisi saya, saya belum menikah memang. Saya hanya berusaha menjadi pendengar dan belajar juga untuk pernikahan saya nanti. Pernikahan itu pasti akan bertemu dengan masalah. Namun masalah dalam rumah tangga itu bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar sendiri. Masalah dalam rumah tangga itu adalah sebuah Ujian layaknya ujian anak sekolah. Ujian untuk mengungkapkan kata maaf meskipun tidak salah. Ujian untuk mengikhlaskan tanpa mengungkit lagi kesalahan dan aib masa lalu. Ujian untuk bertahan meski berpisah sepertinya lebih bahagia. Semuanya butuh komunikasi. Suami atau istri bukan malaikat yang paham dengan sindirian isyarat mata atau sindirian status di media social. Suami atau istri adalah manusia yang perlu dikomunikasikan segala sesuatunya sehingga tidak ada ganjalan dihati dan tidak membuat retak kulit telur. Kita bayangkan kulit telur yang keren banget bisa melindungi embrio telur di dalamnya. Jika kulit itu retak sedikit saja sebelum ada ayam pasti bakteri akan masuk dan besar kemungkinan embrio akan gagal menjadi ayam. Retaknya sedikit tapi efeknya luar biasa.

Lantas seperti apa rumah tangga yang ideal? Apakah suami solih dan istri solihah pasti akan ideal? Pasti akan amaan sepanjang jalan? Teman dari seorang teman adalah seorang istri yang baru rujuk dengan suaminya. Apakah mereka tidak solih solihah? Suaminya adalah orang pesantren alumni Ponpes terkenal di Ponorogo. Istrinya adalah putra seorang alim di kotanya. Apa penyebab perceraiannya? Beda pendapat? Beda mahzab? Nooo…. Karena ada pihak ketiga. Ada seorang akhwat yang menggoda sang suami (akhwat juga manusia mbak mas brooo “berhak” salah juga kan dan “wajib” tobat juga pastinya).
Tidak ada rumah tangga tanpa masalah, setuju? Rumah tangga yang idel bukan rumah tangga yang tidak punya masalah, setuju? Rumah tangga ideal adalah rumah tangga yang menyelesaikan masalah dengan cara yang tepat, setuju? Bagaimana menyelesaikan cara yang tepat? Sandarkan semua pada Allah. Masalah yang dimiliki bukan tanpa sepengetahuan Allah. Bahkan daun yang jatuh Allah pasti tau kan. Berapa jumlah pohon di bumi ini, berapa jumlah daun, dan Allah berkehendak di daun mana yang akan jatuh bahkan di milisecon atau ukuran waktu yang lebih kecil lagi. Bahkan kemana daun itu jatuh Allah sudah menetapkannya. Apa lagi masalah dalam rumah tangga. Allah pasti tau atas apa yang terjadi kan? Dan pastinya Allah sudah mengatur takdir apa yang akan menanti di depan perjalanan.
Baik dan buruk itu bukan nilai manusia, dia adalah nilai dari Allah maka sandarkan semua pada Allah sehingga urusan hati itu jadi ringan. Jika suami bermasalah, atau istri ndak nurut jika diberi tau, mertua menyebalkan, mertua terlalu ikut campur. Semua tidak akan terjadi jika Allah tidak berkehendak kan? Klo Allah yang ngasih masalah biasanya Allah sedang kangen. Kangen air mata kita yang mengiba kepada Allah, kangen sholat malam kita, kangen doa kita yang sederhana tapi dengan hati yang tulus.

Saya bukan orang yang selalu benar. Sangat mungkin saya salah. Sangat mungkin apa yang saya ucapkan akan menjadi cobaan bagi saya di kemudian hari. Dan belum tentu saya lebih bisa bertahan dibanding yang lain. Ingatkan saya ketika saya salah, meskipun ketika diingatkan mungkin saya marah suatu saat jika nasehat itu benar maka semoga Allah akan memudahkan membukakan pintu hati saya. Saya mohon maaf jika ada yang tersinggung ini hanya sekedar keinginan saya untuk menulis dan berbagi. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 05 Juli 2014

Sepenggal Episode


Walau aku senyum bukan berarti
Aku selalu bahagia dalam hari
Ada yang tak ada di hati ini
Di jiwa ini hampa

Ku bertemu sang adam di simpang hidupku
Mungkin akan ada cerita cinta
Namun ada saja cobaan hidup
Seakan aku hina

Tuhan berikanlah aku cinta
Untuk temaniku dalam sepi
Tangkap aku dalam terang-Mu
Biarkanlah aku punya cinta

Tuhan berikanlah aku cinta
Aku juga berhak bahagia
Berikan restu dan halal-Mu
Tuhan beri aku cinta


Merangkai malam dalam sepi dan syahdu. Mengingat kembali perjalanan kemarin rasanya semua rasa bercampur aduk. Bagaimana rasanya ketika seorang ikhwan datang kepada orang tuamu dan meminta izin untuk ta'aruf dengan putrinya? Bahagia, senang, entahlah apa lagi perasaan yang muncul. "In love-san" itu julukan temanku untukku. Apa seperti ini rasanya jatuh cinta. Well sebelumnya aku pernah beberapa kali deket dengan cowok dengan status pacaran maupun tidak berstatus. Dulu kala sebelum hijab ini menutupi diri dan kehormatanku.

Setelah memutuskan berhijab dengan baik, kata orang menyandang status "akhwat" aku  benar-benar meminimalisir berhubungan dengan ikhwan maupun cowok. Banyak teman yang protes dan komentar, But ini adalah pilihan hidupku. Hanya kata "maaf" yang mungkin bisa meredam rasa tidak suka mereka atas perubahanku.

Dalam pergaulanku yang sempit dia datang menegurku. Menyapaku dan membangunkanku jika dunia ini luas. Menyadarkanku jika aku bisa berinteraksi dengan ikhwan meskipun ada batasan. Tidak selamanya tertutup, sembunyi, dan mengukung diri. Namanya Amir. Amir... Amir... Amir... dan hatiku sudah bukan lagi sepenuhnya milikku.

Perjalanan waktu berkata bahwa dia bukan milikku. Amir memilih akhwat lain bukan aku. Akhwat yang lebih baik, lebih cantik, lebih solihah, lebih haroky dari pada aku. Menangis, kecewa, sedih. Aku hanya tidak ingin kehilangan dia. Aku benar-benar memohon dan mengiba kepadanya. Namun Amir kukuh seperti karang. Bahkan SMSku pun hampir jarang sekali dibalasnya.

Waktu berjalan, aku harus segera bangkit. Pergi ke tempat yang jauh. jauh dari jangkauannya dan meninggalkan dia untuk tidak lagi berharap. Dan setelah itu menjadi sebuah ironi ketika aku membenci ikhwan maupun akhwat yang kutemui. Aku tidak ingin bergaul dengan mereka dan aku belum ingin membuka hatiku untuk orang lain. Sendiri... Mandiri... tanpa tergantung bahkan secara emosional sekalipun kepada orang lain.

Hitungan bulan berlalu, hitungan tahun berganti. Aku kerja di sebuah Sekolah Menengah Atas Negeri di kota yang lain. Aku sengaja untuk tidak mengambil Sekolah -IT maupun sekolah alam dimana banyak ikhwan maupun akhwat disana. Aku ingin bergaul bebas dengan yang lain. Namun aku tetap menjaga izzahku. Jilbabku, akhlakku insyaaAllah kuusahakan tetap istiqomah. Karena bukan status akhwat yang membuatku berjilbab lebar namun hidayah dari Allah yang membuatku nyaman menutup aurat ini.

Perkenalanku dengannya sangat biasa, tidak ada yang spesial. Printer yang kupakai rusak dan aku meminta tolong beliau untuk memperbaikinya. Suaranya dalam menunjukkan dia adalah orang yang bijaksana. ndak ganteng sih tapi bisa dikatakan Good looking kok. "Astagfirullah kenapa hatiku mulai berkata yang tidak-tidak?". Di luar sekolah mulai sering SMS maupun chatting. Well karena aku orang baru dan banyak yang tidak aku tau mengenai sekolah ini, mulai sering tanya-tanya padanya. Siapa ini Siapa itu bagaimana ini bagaimana itu.

Perlahan hati ini mulai mencair. Namun tidak untuk membuka hati. Aku masih nyaman dengan diriku dan kesendirianku. Beberapa teman guru yang tau kedekatan kami mulai sering tersenyum penuh isyarat. Namanya Arjuna, namanya seperti tokoh pewayangan. dan karakter mereka memang hampir mirip. Wayang Arjuna atau Janaka memiliki sifat perwatakan cerdik pandai, pendiam, lemah lembut budinya,teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. ( Sumber bacaan )

Hmmm kupikir-pikir apa to kurangnya dia? aku belum menemukan kekurangannya. Bahkan beberapa temannya berkata jika dia orangnya sabar sekali. Aku memiliki banyak sekali kriteria dan ajaibnya kriteria tersebut ada padanya. Bukan kriteria jabatan, tahta, ataupun masalah fisik. Kriteria karakter dan watak ada padanya. Sebenarnya aku nunggu apa ya untuk membuka hatiku?

Aku hanya masih nyaman sendiri. Tidak ada aturan yang mengaturku. hanya itu alasannya. Atau lebih karena trauma dan ketakutan akan kehilangan lagi.

Dan kini dia ada disampingku, memberikan pundaknya untukku bersandar saat lelah. Menjadikanku menjadi wanita yang istimewa dan bahagia karena dia telah memilihku. Menyadarkanku jika cinta itu indah. membuatku tersenyum saat hati ini tergores. Dan membimbingku pelan-pelan untuk belajar mengenal-Nya mendekat kepada-Nya dan tanpa henti mencintaiku bukan dengan jabatan, uang, atau apapun. Mencintai dengan sederhana. Dengan senyuman yang meneduhkan. Dengan rindu yang membuat hari menjadi cerita indah untuk dikisahkan. Dengan sebuah keyakinan bahwa bukan hanya aku yang membutuhkan dia, dia juga membutuhkanku. Allah aku jatuh cinta :-) terima kasih membuatku jatuh cinta :-)

Ku ingin kau tahu, ku ingin kau selalu
Dekat denganmu setiap hariku
Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu tuk selamanya

Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak peduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu

Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu

Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku

Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu tuk selamanya

Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak peduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu

Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu

Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku

Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu

Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku

Sungguh indah cintaku

Kisah Teman :-) 

Minggu, 08 Juni 2014

dia dia dia

berjalan melewati lini masa
berjalan di atas duri yang menyakiti hati
badai itu akan segera berlalu
air mata yang tumpah telah terganti dengan kepingan detik senyuman
seolah kaca yang pecah ditata ulang meski pecahan terkecil

dan hati tak pernah berbohong
tak ingin kelilangan dia
tak ingin kehilangan dia
dan tak ingin kehilangan dia

bagaimanapun semua ini hanya cerita
yang kita tulis hingga kita menghadap-Nya

jangan berhenti untuk menuntunku saat aku lemah
jangan berhenti utnuk memapahku saat aku mulai lelah
jangan berhenti untuk mencintaiku mecintaiku bahkan saat aku bukan lagi siapa-siapa

untukmu III

aku tidak lagi berharap waktu terulang
aku hanya ingin mengukir goresan waktu yang terlewati
aku ingin menikmati warna yang tergores
mengukir bahagia yang hanya senilai senyum tulus
menikmati perjalanan yang berurai air mata
menikmati perjalanan yang terukir tawa dan senyuman
bukan masalah mereka yang hendak mengaduh mengeluh dan mencaci
tapi masalah warna yang akan kita goreskan selanjutnya

untukmu II

menghitung hari detik demi detik *)
menunggumu menanti perjalanan selanjutnya
yang kuminta dirimu apa adanya
bukan mereka yang sempurna
tapi hanya dirimu yang apa adanya

lama menunggu
lelah menunggu
jemu menunggu
namun hati ini juga tak mampu untuk menipu diri sendiri

untukmu

diiringi dentingan musik yang mengalun
untukmu yang telah menghiasi warna hidupku
melewati detik detik yang kelam dan memberinya warna

jangan pernah pergi
saat langkah ini sudah mulai lelah dan penat

jangan pergi dariku
biar semua tau bahwa dirimu yang telah memberi warna dalam sendu

jangan memberi harapan
jika kelak kau hanya ingin menyakiti seperti yang lain

jangan memberi harapan
jika nanti semua hanya untaian kata dari lidah yang khilaf

Senin, 02 Juni 2014

MEMUJI ANAK

Novi Hardian, Dir. Pendidikan SAI

Dalam suatu acara di televisi NHK Jepang yang membahas tentang 'memuji anak', terungkap bahwa kalau anak misalnya dapat nilai sempurna 100, maka jangan memuji dengan mengatakan "Hebat ya kamu dapat nilai 100"

Tapi pujilah dengan mengatakan "ayah/ibu bangga karena kamu telah berjuang sekuat tenaga" (yoku ganbatta ne )

Psikolog dalam acara itu bilang bahwa kalau anak dipuji karena HASIL yang dia dapat maka:

1. Tertanam di persepsi anak bahwa HASIL-lah yang terpenting, jadi segala jalan boleh ditempuh demi HASIL

2. Akan berpotensi untuk memunculkan stress kalau-kalau di masa depan tidak dapat hasil bagus lagi

Sedangkan kalau dia dipuji karena dia telah berjuang, maka:

1. Pusat perhatian anak jadinya adalah PROSES, bahwa dia harus memberikan yang terbaik dalam ikhtiar dia

2. Anak mendapat dorongan untuk mencintai dan menikmati kerja keras tanpa dibayang-bayangi kecemasan akan hasilnya (ini kalau di bola seperti 'bermain lepas')

Inilah yang mungkin menjelaskan kenapa kalau saya ada nomikai (semacam makan malam after-work), teman-teman lab paling suka cerita bagaimana mereka harus gagal berkali-kali dulu sebelum bisa mendapatkan hasil yang bagus. Dan mereka seperti 'menikmat' proses panjang dan tidak merasa sia-sia atas hasil gagal yang banyak.

Ini juga yang menerangkan kenapa kalau saya ada hasil bagus pada eksperimen perdana, mereka akan bilang 'Its God hand' jadi, "Bukan hasil kerjaanmu"
Atau mereka akan bilang 'Champion data'.

Mereka lebih melihat berapa banyak keringat yang keluar dan seberapa effort yang telah kita berikan.

Kamis, 29 Mei 2014

Share dr grup to be WOW (wonderfull of wife) 
Smg bermanfaat

Hr rabu saatnya admin share artikel seputar parenting ya teman2. Dan untuk share kali ini qt akan tambah wawasan qt seputar pasca melahirkan

Kondisi psikologis ibu yang baru melahirkan biasanya berbeda-beda. Seorang ibu merasa lebih peka, sesnsitif dan mudah tersinggung. Hal tersebut dapat dikatakan wajar, apalagi setelah melewati masa kehamilan selama 9 bulan lebih dan rasa lelah yang luar biasa setelah proses kelahiran.Saya sendiri juga merasakannya pada saat baru baru melahirkan Naima, anak pertama saya. Sayangnya, 6 tahun yang lalu, informasi mengenai menyusui sangat minim dibandingkan saat ini. Sehingga, Naima pun tidak mendapatkan IMD dan rawat gabung. Tiga hari pertama di RS pun dia diberikan susu formula. Puting saya yang kecil dan bisa dikatakan datar juga menjadi salah satu hambatan. Hanya dengan tekad yang kuat, saya tetap menyusui Naima.6 tahun yang lalu, saya pun tidak tahu bahwa ASI bisa diperah. Seringkali saya mendapati payudara saya membengkak dengan tubuh yang meriang. Ketika Naima menangis, saya pun ikut menangis tanpa tahu apa yang harus saya lakukan. Seandainya dulu saya tahu bahwa ada yang namanya Konselor Menyusui, mungkin apa yang saya alami terasa lebih mudah. Akibatnya, saya pun sering menghindar dari tamu yang datang untuk berkunjung karena saya anggap hanya membuat saya bertambah cemas. Selain itu, hampir setiap sore, Naima menangis dan luar biasa sulit untuk meredakannya. Seandainya saya tahu bahwa itu adalah kolik, mungkin saya akan merasa lebih tenang.Kesulitan menyusui dan bayi yang menangis terus sempat membuat saya sedih yang luar biasa dan tidak percaya diri. Namun, dengan adanya dukungan dari suami dan juga keluarga, Naima pun berhasil menyusui sampai usia 2 tahun. Dengan banyaknya informasi dan kemudahan mengakses internet seperti saat ini, hal yang pernah saya alami tersebut, diharapkan tidak akan dialami oleh ibu-ibu baru lainnya. Berikut akan saya bahas mengenai psikologi ibu menyusui. Tulisan ini saya buat berdasarkan presentasi yang disampaikan Ibu Darmayati Oetoyo Lubis, M.Psi pada Rakernas di Bandung, 20 April 2013 yang lalu. Psychology of breast feeding
Bayangkan seorang bayi yang tadinya berada di dalam kandungan ibu yang gelap hangat nyaman aman selama 9 bulan, dilahirkan keluar kedunia yang dingin, terang benderang, hiruk pikuk dengan berbagai bunyi…ia membutuhkan rasa aman dari ibu yang merengkuhnya didalam pelukan , merasakan kenyamanan dari asi yang mengalir dari payudara yang lembut dan hangat. Menyusui adalah salah satu bentuk hubungan yang paling alami dan cantik, yang hanya dialami oleh seorang ibu, tidak dialami oleh ayah. Mengalirnya asi, energi dari ibu, keadaan dimana seorang manusia, si ibu, memberikan keseluruhan diri fisiknya, perasaan kasih sayangnya, supaya bayinya dapat survive, tumbuh sehat.Dampak Psikologis Menyusui
Menyusui bukan hanya berguna buat bayi tapi juga sangat berguna buat si ibu. Kontak fisik antara ibu dan bayi memang penting namun terlebih lagi faktor psikologisnya. Menyusui membentuk ikatan yang kuat diantara ibu dan bayinya. Para ibu yang menyusui merasakan adanya perasaan hangat dan saling memberi respons, istilahnya in synch. Selain itu, menyusui dapat menimbulkan rasa bangga, rasa dibutuhkan dan meningkatkan percaya diri ibu.
Rasa cinta kasih anak dan rasa aman adalah kebutuhan vital anak, mereka membutuhkan afeksi dari orangtua. Ibu adalah orangtua pertama yang membangun trust pada anak melalui pemberian ASI. Perasaan aman dan trust adalah fondasi dalam perkembangan kepribadian anak. Menyusui adalah hal pertama dan penting dalam menumbuhkan attachment (kelekatan) yang dianggap penting untuk pertumbuhan psikologis bayi. Dari penelitian mengenai breast feeding ditemukan bahwa attachment seorang anak pada ibu melalui breast feeding menumbuhkan anak2 yang berkepribadian baik dalam keluarga dengan orangtua yang lebih sensitif pada kebutuhan anak dan sebaliknya. Ibu diharapkan menyusui bayinya sambil mengelus, menyanyi/bersenandung,menatap mata anak, mengalirkan perasaan menyenangkan kepada bayinya dan perasaan menyenangkan bagi ibu.Baby Blues
Hari-hari pertama melahirkan biasanya ibu dipenuhi perasaan bahagia karena berakhirnya penantian yang melelahkan fisik dan psikologis selama 9 bulan. Biasanya ibu pun merasakan perasaan yang “ajaib” yaitu rasa bahagia yang luar biasa, setelah bayi meluncur dari tubuhnya. Sehingga rasa lelah dan sakit yang dirasakan dalam proses melahirkan seakan-akan hilang dalam sekejap. Akan tetapi, setelah rasa bahagia yang luar biasa itu, hampir 70% ibu yang baru melahirkan mengalami periode rasa sedih, penuh tangis, cepat tersinggung, bingung, khawatir, dan juga rasa tak percaya dapat mengurus bayinya. Hal tersebut bisa dikatakan ibu mengalami baby blues atau postpartum blues.
Bagi orang lain, terkadang baby blues dianggap hal yang biasa, karena :
disebabkan oleh faktor-faktor hormonal yang luar biasa yang terjadi disaat melahirkan dan saat sesudahnyaPerasaan lelah yang hebat setelah melahirkanMuncul di hari-hari pertama melahirkan dan berakhir paling lama dalam 10 hariTidak parah dan tidak mengganggu fungsi pribadi ibu.Ciri-ciri Baby Blues :
Merasa sedih, menangis tanpa sebab yang jelasCepat tersinggung atau marah kepada orang-orang terdekatMerasa panik, khawatir atau cemasMerasa tak dapat mengontrol perasaanMerasa banyak hal berkecamuk dalam fikiranMerasa kuatir tidak dapat menjadi ibu yang baikMerasa sendirian dengan bayinyaSebaiknya, seorang ibu harus waspada jika ciri-ciri baby blues dialami lebih intens lebih lama (dalam 4 minggu setelah melahirkan sampai beberapa bulan) sehingga mengganggu fungsi pribadi, disertai dengan gangguan fisik (seperti serangan panik, sesak nafas, sakit dada, gangguan pencernaan, gangguan tidur , adanya perasaan negatif kepada bayi, perasaan takut akan menyakiti diri atau bayi, tak berminat kepada bayi, kehilangan kesenangan, merasa bersalah, tak berguna, hingga tidak mau mengurusi diri). Hal tersebut bisa berkembang menjadi depresi dan segeralah mencari pertolongan.Depresi Pasca melahirkan disebabkan oleh interaksi diantara faktor hormonal dan faktor psikologis yang menyangkut perubahan besar dalam hidup seorang perempuan (menjadi seorang ibu) dan rasa khawatir apakah ‘saya’ dapat menjadi ibu yang baik. Selain itu, adanya permasalahan dalam perkawinan atau bayi yang sakit juga bisa menjadi faktor penyebab depresi paska melahirkan.Untuk mencegah, bagaimana seorang ibu baru dapat membantu diri sendiri untuk mengatasi mood yang kurang nyaman paska melahirkan?
Pertama: tak perlu jadi supermom, izinkan diri untuk merasa kewalahan sesaat, tapi berusaha bangkit kembaliTidur yang cukupPunya waktu untuk diri sendiri tapi bukan menyendiriCukup makan makanan yang sehatKeluar rumah sebentarSenam-senam sederhanaCari dukungan psikologis dari orang-orang yang terdekatBerusaha untuk tetap melakukan kegiatan yang disenangiBila perlu tulis diary tentang bilamana merasa mood turun, berapa lama dirasakan, apa penyebabnya, apa yang dapat meningkatkan kembali mood baik…untuk belajar mengatasi baby bluesAkhir kata, menyusui dan tidur berdekatan dengan ibu di awal hidup bayi telah dipakai sepanjang sejarah manusia sebagai cara paling efektif untuk membesarkan anak dan memberi makna hidup bagi ibu-ibu manusia di dunia.

Sumber : http://aimi-asi.org/psikologi-ibu-menyusui/