Senin, 13 November 2017
on Computer Systems
Selasa, 31 Oktober 2017
Mobil Dengan Kapasitas 16 Orang
Rabu, 25 Oktober 2017
Kekuatan Bersyukur
Sumber: https://muslim.or.id/20127-bersyukur-ketika-senang-dan-bersabar-ketika-mendapat-bencana.html
Penahkan kita melihat kehidupan orang lain begitu menyenangkan. Semua tampak sempurna bagi kita, seperti akata pepatah 'rumput tetangga selalu lebih hijau'. Orang lain tampak lebih bahagia, lebih mudah mendapatkan kesuksesan, dan lain-lain. Benarkan demikian? Pernahkan dalam suatu percakapan kita tidak membicarkan tentang kesuksesan namun tentang kegagalan. Kegagalan yang kemudian saling berdiskusi untuk memecahkan masalah.
Ada sebuah keluarga dimana bagi orang mereka tampak menyenangkan, semua sempurna, dan mereka bahagia. Namun orang tidak pernah mengetahui seberapa besar cobaan yang ia hadapi. Bagaimana dia bertahan ketika keuangan mulai colaps. Orang tidak pernah tau bagaimana mereka harus bekerja siang dan malam untuk sekedar bertahan hidup. Ada satu yang tidak pernah mereka lupakan ialah mereka selalu bersyukur dengan keadaan mereka. Dengan segala keterbatasan mereka bersyukur. Dengan segala keterbatasan mereka masih berterima kasih karena telah diberikan banyak anugerah.
Rasa syukur mereka lakukan dengan tidak mengeluh dan mengumbar setiap permasalahan di muka public. Dengan keuangan seadanya mereka berusaha untuk tetap berbagi meski kadang suami-istri harus menahan bisa belanja yang mereka inginkan. Mereka mencoba untuk tidak iri kepada yang lain, memantabkan hati bahwa rejeki sudah ada yang mengatur, dengan iri kepada orang lain tidak akan membuat kita lebih kaya justru akan menghambat perjalanan kita untuk maju untuk sukses.
Orang melihat mereka adalah orang yang berkecupukan. Sebenarnya Hati mereka yang berkecukupan. Hati mereka yang mampu untuk menerima apapun dan dengan keterbatasan mereka mencoba untuk bergerak dan sukses. Semoga Allah menjaga mereka dengan ketulusan mereka, dengan rasa syukur yang ada di dalam hati mereka.
sumber gambar: https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj8jJ-4yorXAhXIJ5QKHX0kAnUQjRwIBw&url=https%3A%2F%2Fmuslimah.or.id%2F7235-hakikat-ujian-dunia.html&psig=AOvVaw3ShlmC6fFC0E844wlgPPzN&ust=1508979874648317
Kemenangan
Problem Creator vs Problem Solver
Guru berkewajiban membentuk kepribadian siswa pada saat di sekolah. Pembentukan kepribadian ini sangat diperluka untuk membantu proses kedewasaan siswa. Pembentuka kepribadian ini bisa dilakukan dengan cara menempa siswa dengan berbagai masalah, namun ada saat Guru harus melunak mebantu dan membimbing siswa memecahkan masalah.
Guru harus menjadi problem creator. Menciptakan masalah bagi siswa, memberikan tantangan yang harus dilakukan oleh siswa. Menekan siswa agar siswa belajar untuk kreatif dan solutif. Percayalah bahwa dunia lebih kejam daripada kita. Jika guru tidak mampu menjadi proble creator maka yang terjadi siswa tidak akan mampu menghadapi dunia luar ketika nanti siswa tersebut meninggalkan bangku sekolah. Tidak jarang siswa yang pintar dalam pelajaran tidak mampu menyelesaikan masalaha karena sejak awal guru tidak pernah menempatkan siswa dalam masalah.
Guru harus menjadi problem solving. Pada suatu kondisi, guru harus mampu membantu siswa dalam keterpurukan. Ketika masalah yang terjadi pada siswa sudah berasal dari luar (bukan dari guru) maka guru harus membantu siswa untuk memecahkan masalahnya. Membersamai sekedar duduk saja dengan siswa mendengarkan keluh kesahnya. Sekedar tidak memarahi ketika ia sedang terluka. Setelah itu menuntun siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi serta bangkit dari permasalahan tersebut.
Problem creator dan problem solving memiliki waktu yang berbeda dan harus dapat mebedakan. Guru harus bisa menempatkan diri kapan dia harus memberikan masalah kepada siswa atau kapan guru harus membantu siswa menyelesaikan permasalahannya. Jika tertukan peran tersebut bisa jadi siswa akan benar-benar terpuruk dan akan menambah beban siswa. Hal ini akan berpengaruh sangat buruk kepada siswa.
Link gambar: https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj5xN2awYrXAhVCXrwKHQzzDc8QjRwIBw&url=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fmenteri-yohana-larang-sekolah-keluarkan-siswa-bermasalah-ctt2&psig=AOvVaw0zFAONawv1WAuzBM8mwAav&ust=1508977431541197
Senin, 23 Oktober 2017
Best Friend
meniti setiap perjalan laju tawa dan kesedihan bersama
namun ternyata waktu dengan kejam menggerus perasan itu
menyeleksi setiap langkah kita
hingga kau menjadi orang hebat
kau pun menjadi orang yang kau ingin menjadi seperti itu
tinggal berdua dengan kelemahan dan kekurangan kita
berjalan berdampingan
dengan chat-chat sampah dan saling menyampah
sekedar mengatakan peluh dan bahagia
dan saat ini kuharap waktu akan berdamai
agar tidak menggerus apa yang tersisa
soulmate
memandangmu dengan perasaan memenuhi dada ini
jika detik ini aku masih menggenggam erat tanganmu
menikmati setiap rasa kepemilikanmu terhadapku
jika detik ini aku masih merangkul tanganmu
menarikmu dalam langkah cepatmu agar aku tidak tertinggal
jika detik ini air mata masih menghiasi saat perpisahan tiba
meluncur tak pernah tertahan meski kata orang waktu bisa menghapus semua
maka, itu adalah secuil perasaan yang bisa kulakukan
untuk sekedar meyakinkan hatiku bahwa dirimu adalah milikku
maka, itu adalah sedikit usahaku untuk merengkuh dirimu dengan erat
untuk sekedar meyakinkan bahwa kau membalas setiap cintaku
maka, itu adalah sedikit usahaku untuk mengajakmu berjalan bersama
dengan kecepatan dan kelambatan ku dalam berjalan
maka, katakan pada mereka bahwa separuh hatiku memang sudah ada padamu
dan kemanapun kau pergi tanpa aku disisimu, masih ada hatiku yang tertambat pada hatimu
Dan terlantun doa agar Allaah menjagamu dan menjagaku
agar dalam cinta kita bersemi cinta kepada-Nya
agar kita masih berjalan dalam jalan yang Dia tentukan
agar kita diberi kekuatan membedakan mana yang baik dan buruk
agar kelak kita dipertemukan lagi dalam kehidupan setelahnya
wahai angin, dalam gelap malam dan kelip bintang tertutup awan
sampaikan salamku padanya, katakan bahwa Aku mencintainya karena Allaah memintaku demikian
Tong Kosong Itu Nyaring Bunyinya
Bahkan bicara juga dapat menunjukkan karakter kepemimpinan dalam diri manusia. Apakah berwibawa, apakah memiliki pengetahuan yang luas, apakah bijaksana. Bicara juga dapat menentukan tingkat sosialita seseorang. Tema yang dibicarakan bisa menunjukkan latar belakang seseorang, apakah kalangan orang beragama atau kalangan orang dengan lingkungan jalanan. Semua karakter bisa dilihat dari pembicaraan seseorang.
Untuk berbicara manusia memerlukan ide untuk dibicarakan. Bisa dibayangkan jika seorang manusia hidup dalam tempurung satu sisi kehidupan dengan keterbatasan suasana dan ide. Maka bisa dipastikan maka yang akan dibicarakan adalah tema yang sama namun diulang berkali-kali. Jika seseorang itu tinggal di kalangan orang beragama maka yang keluar dari bibirnya adalah yang berkaitan dengan agama. Namun jika di dalam lingkungan dan otak adanya hanya tema se x maka yang akan keluar dan dibicarakan juga tidak lepas dari tema tersebut. Jika di dalam pikirannya penuh dengan keinginan untuk belajar maka pembicaraannya juga tidak lepas dari masalah belajar.
Namun apa jadinya jika seseorang dengan kehidupan yang tertutup tempurung ingin menjadi sosok pemimpin? Dia akan berbicara layaknya pemimpin namun dengan pengetahuan yang sedikit. Karakternya yang suka memaki, menyalahkan, menertawakan, menyela saat berbicara menunjukkan kekurangan dalam pengetahuannya. Apa yang akan dibicarakan akan diulang berkali-kali, hingga tidak ada makna yang bisa ditangkan oleh pembicaraan tersebut. Pembicaraan yang tidak terarah juga digunakan untuk menutupi aib dan kekurangan yang bersangkutan. Jika anda mengetahui yang demikian mungkin benar pepatah 'tong kosong nyaring bunyinya'
Kamis, 19 Oktober 2017
Profesionalisme Guru
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, adapun macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru profesional antara lain: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial.
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi seorang guru menguasai kelas, menguasai kondisi psikologis siswa. Kompetensi ini sangat kompleks untuk dilakukan. Kapan harus membimbing dengan menggenggam tangan, kapan membimbing dengan menegur dengan sindiran hingga teguran keras, kapan membimbing dengan memaksa berlari.
Bagaimana karakter siswa, bagaimana latar belakang yang membuat seorang siswa menjadi nakal manupun menjadi rajin. Menggali informasi dengan siapa dia bergaul, bagaimana cara mereka berteman. Sehingga suatu saat diperlukan kita mampu membimbing siswa tersebut atau mengantisipasi adanya masalah yang akan datang dengan pergaulan, karakter siswa, atau lingkungan keluarga.
Psikologi bukan hal yang tabu dalam dunia guru, menelisik cara siswa berbohong, berpikir celah yang akan digunakan oleh siswa dengan harapan guru mampu mengimbangi perkembangan siswa baik ke arah positif maupun negatif.
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi yang berkaitan dengan diri guru tersebut. Menelisik diri sendiri, apa yang sedang sakit, apa yang kurang dengan diri sendiri agar bisa menata penampilan fisik serta non-fisik. Mungkin pernah kita merasakan sedang bersedih namun karena seseorang sedang bersemangat maka kita ikut tertular semangat beliau. Ada kala dengan senyuman semanis apapun akan rona kesedihan tetap terpancar, karena kekuatan penampilan non-fisik lebih besar kekuatannya daripada penampilan fisik.
Mari meraba hati ini, adakah iri dengki dengan teman sejawat, tetangga, atau yang lain. Mari menata hati ini menerima dan bersyukur agar kita bisa memperbaharui penampilan non-fisik kita. Mari memperbaiki diri kita, memadang sesuatu bukan dari sudut pandang negatif namun melihatnya dengan nilai yang akan selalu positif. Harapannya saat Guru tersebut 'selesai' dengan diri sendiri maka bukan hanya ucapan yang akan membekas pada siswa namun juga tutur santun, dan suri tauladan.
Kompetensi Profesional
Sebuah kompetensi yang menuntut kita memahami materi dari dalam hingga lebih kedalam lagi. Menjelaskan bukan dengan bahasa kita dan pemahaman kita, namun dengan bahasa mereka dan pemahaman mereka.
Beberapa Ilmu bahkan selalu berkembang cepat mengikuti perkembangan zaman. Belajar bukan hal yang tabu. Belajar pada yang lebih muda, lebih mampu jika memang diperlukan. Senioritas, bullying, gengsi, dan lain-lain mari kita tundukkan sejenak untuk saling berbagi ilmu. Mungkin jika guru lebih memilih belajar maka pergosipan dalam dunia guru akan berkurang drastis jika guru sudah sibuk dengan belajar maupun dengan diskusi tanpa berdebat.
Kompetensi Sosial
Sebuah kompetensi yang menuntut seorang guru mampu menyesuaikan diri dengan kondisi sosial sekolah maupun masyarakat. Bagaimana guru menghadapi permasalahan yang terjadi antar guru, menyelesaikan dengan win to win. Menjatuhkan Guru lain agar mendapat jabatan, pujian, bukanlah hal yang pantas dilakukan oleh guru yang menyandang predikat profesional. (Ucapan Lisan Bonita D. Dosen Universitas Negeri Yogyakarta).
Kompetensi Sosial itu sangat kompleks, berkaitan dengan apa yang ingin dan diingin orang lain. Maka mari berpikir dengan cara yang sederhana, Jika kita suka orang ramah pada kita maka kita harusnya yang ramah duluan. Jika kita benci diperlakukan dengan cara tersebut mari tidak melakukan hal tersebut pada orang lain. Prinsip sederhana itu yang akan membuat kita mampu memiliki kompetensi sosial dan dapat bermanfaat secara sosial.
sumber gambar: https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwi5krCX4PzWAhXGQY8KHYiFA3sQjRwIBw&url=http%3A%2F%2Fherysoecahyono.blogspot.com%2F2014%2F06%2Fkompetensi-guru.html&psig=AOvVaw3kdGeB2e9R73Fad_77GxQe&ust=1508504717457373
The Best Teacher
Mari melihat masa lalu, bukan untuk melihat mantan maupun mantanya mantan #eh
Mari kita ukur kemampuan saat SD-SMP-SMA mampukah kita me-recall lagi kemapuan tersebut, atau semua sudah hilang.
Bagi saya diskusi tanpa berdebat itu menyenangkan, mendapat tambahan ilmu, belajar sesuatu yang baru, belajar sesuatu yang lebih luas. Saat saya yang (ternyata) menyandang Sarjana Informatika diajak berdiskusi tentang molekul, tentang sel, tentang genetika, tentang cahaya, tentang gravitasi, dan lain-lain ternyata masih nyambung #SoSweet.
Lantas saya berpikir, 'keren sekali guru saya dulu'. Saya yang dulu (sampai sekarang sih) bodoh banget bisa mengingat dan membekas sekali pelajaran tersebut. Bukan dengan nilai yang sempurna, namun mengkaitkan setiap pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Se-keren apa guru-guru saya dulu.
Mungkin tu yang dimaksud dengan pahala guru yang terus mengalir.
Kembali kepada diri saya, seperti apa saya mengajar? Kata profesional terlalu jauh bagi saya. Membuat siswa saya mengingat saya saja sepertinnya hampir imposible.
Belajar, Belajar, Belajar seharusnya demikian yang saya lakukan. Menjelaskan bukan dengan bahasa yang saya pahami, namun dengan bahasa yang dipahami oleh siswa. Menjelaskan setiap manfaat yang akan didapat dengan pembelajarn kita. Memberikan banyak kosa kata, pengetahuan, baik ilmu maupun moral. Sambil berdoa semoga setiap ilmu itu bermanfaat bagi mereka.
sumber gambar: https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjZ_dCT1vzWAhUDqo8KHdjiDiAQjRwIBw&url=https%3A%2F%2Fpixabay.com%2Fid%2Fbelajar-jam-jam-wajah-waktu-arah-415341%2F&psig=AOvVaw0jPYE3ZszIsc8XyCVrsYVG&ust=1508502039047077
Guru
Jumat, 27 Februari 2015
Tipe manusia
Selasa, 10 Februari 2015
Pernikahan
Sabtu, 05 Juli 2014
Sepenggal Episode
Walau aku senyum bukan berarti
Aku selalu bahagia dalam hari
Ada yang tak ada di hati ini
Di jiwa ini hampa
Ku bertemu sang adam di simpang hidupku
Mungkin akan ada cerita cinta
Namun ada saja cobaan hidup
Seakan aku hina
Tuhan berikanlah aku cinta
Untuk temaniku dalam sepi
Tangkap aku dalam terang-Mu
Biarkanlah aku punya cinta
Tuhan berikanlah aku cinta
Aku juga berhak bahagia
Berikan restu dan halal-Mu
Tuhan beri aku cinta
Merangkai malam dalam sepi dan syahdu. Mengingat kembali perjalanan kemarin rasanya semua rasa bercampur aduk. Bagaimana rasanya ketika seorang ikhwan datang kepada orang tuamu dan meminta izin untuk ta'aruf dengan putrinya? Bahagia, senang, entahlah apa lagi perasaan yang muncul. "In love-san" itu julukan temanku untukku. Apa seperti ini rasanya jatuh cinta. Well sebelumnya aku pernah beberapa kali deket dengan cowok dengan status pacaran maupun tidak berstatus. Dulu kala sebelum hijab ini menutupi diri dan kehormatanku.
Setelah memutuskan berhijab dengan baik, kata orang menyandang status "akhwat" aku benar-benar meminimalisir berhubungan dengan ikhwan maupun cowok. Banyak teman yang protes dan komentar, But ini adalah pilihan hidupku. Hanya kata "maaf" yang mungkin bisa meredam rasa tidak suka mereka atas perubahanku.
Dalam pergaulanku yang sempit dia datang menegurku. Menyapaku dan membangunkanku jika dunia ini luas. Menyadarkanku jika aku bisa berinteraksi dengan ikhwan meskipun ada batasan. Tidak selamanya tertutup, sembunyi, dan mengukung diri. Namanya Amir. Amir... Amir... Amir... dan hatiku sudah bukan lagi sepenuhnya milikku.
Perjalanan waktu berkata bahwa dia bukan milikku. Amir memilih akhwat lain bukan aku. Akhwat yang lebih baik, lebih cantik, lebih solihah, lebih haroky dari pada aku. Menangis, kecewa, sedih. Aku hanya tidak ingin kehilangan dia. Aku benar-benar memohon dan mengiba kepadanya. Namun Amir kukuh seperti karang. Bahkan SMSku pun hampir jarang sekali dibalasnya.
Waktu berjalan, aku harus segera bangkit. Pergi ke tempat yang jauh. jauh dari jangkauannya dan meninggalkan dia untuk tidak lagi berharap. Dan setelah itu menjadi sebuah ironi ketika aku membenci ikhwan maupun akhwat yang kutemui. Aku tidak ingin bergaul dengan mereka dan aku belum ingin membuka hatiku untuk orang lain. Sendiri... Mandiri... tanpa tergantung bahkan secara emosional sekalipun kepada orang lain.
Hitungan bulan berlalu, hitungan tahun berganti. Aku kerja di sebuah Sekolah Menengah Atas Negeri di kota yang lain. Aku sengaja untuk tidak mengambil Sekolah -IT maupun sekolah alam dimana banyak ikhwan maupun akhwat disana. Aku ingin bergaul bebas dengan yang lain. Namun aku tetap menjaga izzahku. Jilbabku, akhlakku insyaaAllah kuusahakan tetap istiqomah. Karena bukan status akhwat yang membuatku berjilbab lebar namun hidayah dari Allah yang membuatku nyaman menutup aurat ini.
Perkenalanku dengannya sangat biasa, tidak ada yang spesial. Printer yang kupakai rusak dan aku meminta tolong beliau untuk memperbaikinya. Suaranya dalam menunjukkan dia adalah orang yang bijaksana. ndak ganteng sih tapi bisa dikatakan Good looking kok. "Astagfirullah kenapa hatiku mulai berkata yang tidak-tidak?". Di luar sekolah mulai sering SMS maupun chatting. Well karena aku orang baru dan banyak yang tidak aku tau mengenai sekolah ini, mulai sering tanya-tanya padanya. Siapa ini Siapa itu bagaimana ini bagaimana itu.
Perlahan hati ini mulai mencair. Namun tidak untuk membuka hati. Aku masih nyaman dengan diriku dan kesendirianku. Beberapa teman guru yang tau kedekatan kami mulai sering tersenyum penuh isyarat. Namanya Arjuna, namanya seperti tokoh pewayangan. dan karakter mereka memang hampir mirip. Wayang Arjuna atau Janaka memiliki sifat perwatakan cerdik pandai, pendiam, lemah lembut budinya,teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. ( Sumber bacaan )
Hmmm kupikir-pikir apa to kurangnya dia? aku belum menemukan kekurangannya. Bahkan beberapa temannya berkata jika dia orangnya sabar sekali. Aku memiliki banyak sekali kriteria dan ajaibnya kriteria tersebut ada padanya. Bukan kriteria jabatan, tahta, ataupun masalah fisik. Kriteria karakter dan watak ada padanya. Sebenarnya aku nunggu apa ya untuk membuka hatiku?
Aku hanya masih nyaman sendiri. Tidak ada aturan yang mengaturku. hanya itu alasannya. Atau lebih karena trauma dan ketakutan akan kehilangan lagi.
Dan kini dia ada disampingku, memberikan pundaknya untukku bersandar saat lelah. Menjadikanku menjadi wanita yang istimewa dan bahagia karena dia telah memilihku. Menyadarkanku jika cinta itu indah. membuatku tersenyum saat hati ini tergores. Dan membimbingku pelan-pelan untuk belajar mengenal-Nya mendekat kepada-Nya dan tanpa henti mencintaiku bukan dengan jabatan, uang, atau apapun. Mencintai dengan sederhana. Dengan senyuman yang meneduhkan. Dengan rindu yang membuat hari menjadi cerita indah untuk dikisahkan. Dengan sebuah keyakinan bahwa bukan hanya aku yang membutuhkan dia, dia juga membutuhkanku. Allah aku jatuh cinta :-) terima kasih membuatku jatuh cinta :-)
Ku ingin kau tahu, ku ingin kau selalu
Dekat denganmu setiap hariku
Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu tuk selamanya
Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak peduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku
Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu tuk selamanya
Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak peduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku
Sungguh indah cintaku
Minggu, 08 Juni 2014
dia dia dia
untukmu III
untukmu II
menunggumu menanti perjalanan selanjutnya
yang kuminta dirimu apa adanya
bukan mereka yang sempurna
tapi hanya dirimu yang apa adanya
lama menunggu
lelah menunggu
jemu menunggu
namun hati ini juga tak mampu untuk menipu diri sendiri
untukmu
untukmu yang telah menghiasi warna hidupku
melewati detik detik yang kelam dan memberinya warna
jangan pernah pergi
saat langkah ini sudah mulai lelah dan penat
jangan pergi dariku
biar semua tau bahwa dirimu yang telah memberi warna dalam sendu
jangan memberi harapan
jika kelak kau hanya ingin menyakiti seperti yang lain
jangan memberi harapan
jika nanti semua hanya untaian kata dari lidah yang khilaf
Senin, 02 Juni 2014
MEMUJI ANAK
Novi Hardian, Dir. Pendidikan SAI
Dalam suatu acara di televisi NHK Jepang yang membahas tentang 'memuji anak', terungkap bahwa kalau anak misalnya dapat nilai sempurna 100, maka jangan memuji dengan mengatakan "Hebat ya kamu dapat nilai 100"
Tapi pujilah dengan mengatakan "ayah/ibu bangga karena kamu telah berjuang sekuat tenaga" (yoku ganbatta ne )
Psikolog dalam acara itu bilang bahwa kalau anak dipuji karena HASIL yang dia dapat maka:
1. Tertanam di persepsi anak bahwa HASIL-lah yang terpenting, jadi segala jalan boleh ditempuh demi HASIL
2. Akan berpotensi untuk memunculkan stress kalau-kalau di masa depan tidak dapat hasil bagus lagi
Sedangkan kalau dia dipuji karena dia telah berjuang, maka:
1. Pusat perhatian anak jadinya adalah PROSES, bahwa dia harus memberikan yang terbaik dalam ikhtiar dia
2. Anak mendapat dorongan untuk mencintai dan menikmati kerja keras tanpa dibayang-bayangi kecemasan akan hasilnya (ini kalau di bola seperti 'bermain lepas')
Inilah yang mungkin menjelaskan kenapa kalau saya ada nomikai (semacam makan malam after-work), teman-teman lab paling suka cerita bagaimana mereka harus gagal berkali-kali dulu sebelum bisa mendapatkan hasil yang bagus. Dan mereka seperti 'menikmat' proses panjang dan tidak merasa sia-sia atas hasil gagal yang banyak.
Ini juga yang menerangkan kenapa kalau saya ada hasil bagus pada eksperimen perdana, mereka akan bilang 'Its God hand' jadi, "Bukan hasil kerjaanmu"
Atau mereka akan bilang 'Champion data'.
Mereka lebih melihat berapa banyak keringat yang keluar dan seberapa effort yang telah kita berikan.
Kamis, 29 Mei 2014
Share dr grup to be WOW (wonderfull of wife)
Smg bermanfaat
Hr rabu saatnya admin share artikel seputar parenting ya teman2. Dan untuk share kali ini qt akan tambah wawasan qt seputar pasca melahirkan
Kondisi psikologis ibu yang baru melahirkan biasanya berbeda-beda. Seorang ibu merasa lebih peka, sesnsitif dan mudah tersinggung. Hal tersebut dapat dikatakan wajar, apalagi setelah melewati masa kehamilan selama 9 bulan lebih dan rasa lelah yang luar biasa setelah proses kelahiran.Saya sendiri juga merasakannya pada saat baru baru melahirkan Naima, anak pertama saya. Sayangnya, 6 tahun yang lalu, informasi mengenai menyusui sangat minim dibandingkan saat ini. Sehingga, Naima pun tidak mendapatkan IMD dan rawat gabung. Tiga hari pertama di RS pun dia diberikan susu formula. Puting saya yang kecil dan bisa dikatakan datar juga menjadi salah satu hambatan. Hanya dengan tekad yang kuat, saya tetap menyusui Naima.6 tahun yang lalu, saya pun tidak tahu bahwa ASI bisa diperah. Seringkali saya mendapati payudara saya membengkak dengan tubuh yang meriang. Ketika Naima menangis, saya pun ikut menangis tanpa tahu apa yang harus saya lakukan. Seandainya dulu saya tahu bahwa ada yang namanya Konselor Menyusui, mungkin apa yang saya alami terasa lebih mudah. Akibatnya, saya pun sering menghindar dari tamu yang datang untuk berkunjung karena saya anggap hanya membuat saya bertambah cemas. Selain itu, hampir setiap sore, Naima menangis dan luar biasa sulit untuk meredakannya. Seandainya saya tahu bahwa itu adalah kolik, mungkin saya akan merasa lebih tenang.Kesulitan menyusui dan bayi yang menangis terus sempat membuat saya sedih yang luar biasa dan tidak percaya diri. Namun, dengan adanya dukungan dari suami dan juga keluarga, Naima pun berhasil menyusui sampai usia 2 tahun. Dengan banyaknya informasi dan kemudahan mengakses internet seperti saat ini, hal yang pernah saya alami tersebut, diharapkan tidak akan dialami oleh ibu-ibu baru lainnya. Berikut akan saya bahas mengenai psikologi ibu menyusui. Tulisan ini saya buat berdasarkan presentasi yang disampaikan Ibu Darmayati Oetoyo Lubis, M.Psi pada Rakernas di Bandung, 20 April 2013 yang lalu. Psychology of breast feeding
Bayangkan seorang bayi yang tadinya berada di dalam kandungan ibu yang gelap hangat nyaman aman selama 9 bulan, dilahirkan keluar kedunia yang dingin, terang benderang, hiruk pikuk dengan berbagai bunyi…ia membutuhkan rasa aman dari ibu yang merengkuhnya didalam pelukan , merasakan kenyamanan dari asi yang mengalir dari payudara yang lembut dan hangat. Menyusui adalah salah satu bentuk hubungan yang paling alami dan cantik, yang hanya dialami oleh seorang ibu, tidak dialami oleh ayah. Mengalirnya asi, energi dari ibu, keadaan dimana seorang manusia, si ibu, memberikan keseluruhan diri fisiknya, perasaan kasih sayangnya, supaya bayinya dapat survive, tumbuh sehat.Dampak Psikologis Menyusui
Menyusui bukan hanya berguna buat bayi tapi juga sangat berguna buat si ibu. Kontak fisik antara ibu dan bayi memang penting namun terlebih lagi faktor psikologisnya. Menyusui membentuk ikatan yang kuat diantara ibu dan bayinya. Para ibu yang menyusui merasakan adanya perasaan hangat dan saling memberi respons, istilahnya in synch. Selain itu, menyusui dapat menimbulkan rasa bangga, rasa dibutuhkan dan meningkatkan percaya diri ibu.
Rasa cinta kasih anak dan rasa aman adalah kebutuhan vital anak, mereka membutuhkan afeksi dari orangtua. Ibu adalah orangtua pertama yang membangun trust pada anak melalui pemberian ASI. Perasaan aman dan trust adalah fondasi dalam perkembangan kepribadian anak. Menyusui adalah hal pertama dan penting dalam menumbuhkan attachment (kelekatan) yang dianggap penting untuk pertumbuhan psikologis bayi. Dari penelitian mengenai breast feeding ditemukan bahwa attachment seorang anak pada ibu melalui breast feeding menumbuhkan anak2 yang berkepribadian baik dalam keluarga dengan orangtua yang lebih sensitif pada kebutuhan anak dan sebaliknya. Ibu diharapkan menyusui bayinya sambil mengelus, menyanyi/bersenandung,menatap mata anak, mengalirkan perasaan menyenangkan kepada bayinya dan perasaan menyenangkan bagi ibu.Baby Blues
Hari-hari pertama melahirkan biasanya ibu dipenuhi perasaan bahagia karena berakhirnya penantian yang melelahkan fisik dan psikologis selama 9 bulan. Biasanya ibu pun merasakan perasaan yang “ajaib” yaitu rasa bahagia yang luar biasa, setelah bayi meluncur dari tubuhnya. Sehingga rasa lelah dan sakit yang dirasakan dalam proses melahirkan seakan-akan hilang dalam sekejap. Akan tetapi, setelah rasa bahagia yang luar biasa itu, hampir 70% ibu yang baru melahirkan mengalami periode rasa sedih, penuh tangis, cepat tersinggung, bingung, khawatir, dan juga rasa tak percaya dapat mengurus bayinya. Hal tersebut bisa dikatakan ibu mengalami baby blues atau postpartum blues.
Bagi orang lain, terkadang baby blues dianggap hal yang biasa, karena :
disebabkan oleh faktor-faktor hormonal yang luar biasa yang terjadi disaat melahirkan dan saat sesudahnyaPerasaan lelah yang hebat setelah melahirkanMuncul di hari-hari pertama melahirkan dan berakhir paling lama dalam 10 hariTidak parah dan tidak mengganggu fungsi pribadi ibu.Ciri-ciri Baby Blues :
Merasa sedih, menangis tanpa sebab yang jelasCepat tersinggung atau marah kepada orang-orang terdekatMerasa panik, khawatir atau cemasMerasa tak dapat mengontrol perasaanMerasa banyak hal berkecamuk dalam fikiranMerasa kuatir tidak dapat menjadi ibu yang baikMerasa sendirian dengan bayinyaSebaiknya, seorang ibu harus waspada jika ciri-ciri baby blues dialami lebih intens lebih lama (dalam 4 minggu setelah melahirkan sampai beberapa bulan) sehingga mengganggu fungsi pribadi, disertai dengan gangguan fisik (seperti serangan panik, sesak nafas, sakit dada, gangguan pencernaan, gangguan tidur , adanya perasaan negatif kepada bayi, perasaan takut akan menyakiti diri atau bayi, tak berminat kepada bayi, kehilangan kesenangan, merasa bersalah, tak berguna, hingga tidak mau mengurusi diri). Hal tersebut bisa berkembang menjadi depresi dan segeralah mencari pertolongan.Depresi Pasca melahirkan disebabkan oleh interaksi diantara faktor hormonal dan faktor psikologis yang menyangkut perubahan besar dalam hidup seorang perempuan (menjadi seorang ibu) dan rasa khawatir apakah ‘saya’ dapat menjadi ibu yang baik. Selain itu, adanya permasalahan dalam perkawinan atau bayi yang sakit juga bisa menjadi faktor penyebab depresi paska melahirkan.Untuk mencegah, bagaimana seorang ibu baru dapat membantu diri sendiri untuk mengatasi mood yang kurang nyaman paska melahirkan?
Pertama: tak perlu jadi supermom, izinkan diri untuk merasa kewalahan sesaat, tapi berusaha bangkit kembaliTidur yang cukupPunya waktu untuk diri sendiri tapi bukan menyendiriCukup makan makanan yang sehatKeluar rumah sebentarSenam-senam sederhanaCari dukungan psikologis dari orang-orang yang terdekatBerusaha untuk tetap melakukan kegiatan yang disenangiBila perlu tulis diary tentang bilamana merasa mood turun, berapa lama dirasakan, apa penyebabnya, apa yang dapat meningkatkan kembali mood baik…untuk belajar mengatasi baby bluesAkhir kata, menyusui dan tidur berdekatan dengan ibu di awal hidup bayi telah dipakai sepanjang sejarah manusia sebagai cara paling efektif untuk membesarkan anak dan memberi makna hidup bagi ibu-ibu manusia di dunia.
Sumber : http://aimi-asi.org/psikologi-ibu-menyusui/







