Rabu, 16 April 2014

Teriakan Orang Tua Pengaruhi Mental Remaja

TEMPO.CO, New York - Anak remaja yang kerap mendengar ancaman atau teriakan dari orang tuanya memiliki risiko lebih besar depresi dan berperilaku menyimpang, seperti melanggar peraturan.

“Pekerjaan rumahnya adalah masalah perilaku verbal,” ujar Annette Mahoney, profesor psikologi di Bowling Green State University di Ohio mengenai riset terbarunya kepada Reuters Health edisi 10 Desember 2013. “Sangat mudah untuk mengabaikan hal tersebut tetapi studi kami menunjukkan bahwa ketidakramahan verbal sangat relevan, khususnya untuk para ibu yang berteriak atau memukul dan para ayah yang melakukan hal yang sama,” kata dia.

Semua anak yang diteliti dalam riset dia, dirujuk ke klinik terdekat akibat penyakit mental atau masalah perilaku. Ibu mereka melakukan kekerasan baik verbal maupun fisik sehingga meningkatkan risiko anak-anak tersebut mengalami depresi dan masalah perilaku lainnya. Tindakan serupa oleh para ayah pun memiliki dampak sama.

Para peneliti menegaskan, bahwa orang tua bisa terperangkap dalam lingkaran kekerasan. Kekerasan verbal, kata Mahoney, “mempunyai sebuah siklus alami.” Anak-anak dengan perilaku yang bermasalah atau penyakit mental, sambung dia, akan sulit ditangani.

Remaja yang mengalami kekerasan fisik dari orang tua, seperti dipukul, dicekik atau diancam dengan senjata atau benda tajam, berisiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit mental dan masalah perilaku. “Agresi verbal orang tua pada remaja sama merusaknya dengan agresi fisik yang parah, khususnya dalam keluarga yang memang selama ini mengalami masalah dengan kesehatan mental,” kata Michelle Leroy dari Bowling Green State University yang memimpin riset itu.

Untuk studi yang dipublikasikan di jurnal Child Abuse & Neglect, remaja bermasalah berusia 11 hingga 18 tahun mengisi survei yang menanyakan apakah mereka dipukul, atau mengalami kekerasan lainnya selama satu tahun terakhir. Orang tua dari anak-anak tersebut juga terlibat, melaporkan perilaku mereka dalam frame yang sama.

http://www.tempo.co/read/news/2013/12/12/174536690/Teriakan-Orang-Tua-Pengaruhi-Mental-Remaja

Tugas HTML PHP

Assalaamu'alaikum :-)

guys, ini ada beberapa screenshot gambar website yang kemarin kita belajar. bikin source code-nya ya :-)




NB: jangan lupa ukuran gambar jg diatur ya biar ndak kegedean dan kekecilan :-)

nice day :-)

Wassalaamu'alaikum

Selasa, 15 April 2014

menjadi diriku seperti aku apa adanya
terserah dengan apa kata orang dan apa yang mereka pikirkan
akhirnya aku ingin menjadi orang yang baik di depan Allah

Senin, 14 April 2014

Tanda-Tanda Orang yang Jatuh Cinta

dakwatuna.com - Orang yang sedang merasakan cinta kepada seseorang akan nampak perasaan cinta itu pada sifat dan perbuatan anggota badannya. Rasa cinta yang bersemayam dalam hati akan melahirkan tindakan-tindakan yang mencerminkan apa yang sedang dirasakan oleh hatinya.
Rasa cinta mempunyai tanda-tanda pada diri seseorang. Berikut ini beberapa tanda cinta yang akan nampak pada diri seseorang yang sedang jatuh cinta.
1. Senantiasa menghujamkan pandangan mata kepada orang yang dicintainya
Mata adalah pintu hati, ia juga merupakan pengungkap isi hati dan penyibak rahasia-rahasianya. Maka tak heran jika engkau saksikan pandangan orang yang jatuh cinta tertuju kepada orang yang dicintainya ke manapun ia pergi.
Sebagaimana ungkapan sebuah syair:
Pandangan mataku terikat pada gerakmu
Meski tubuhku terdiam membeku
Namun pandanganku senantiasa mengikutimu
2. Malu-malu jika orang yang dicintainya memandangnya
Salah satu tanda cinta adalah dirinya malu-malu bila dipandang oleh orang yang dicintainya. Untuk itu ia hanya bisa memandang ke bawah, ke permukaan tanah, karena dia merasa sungkan kepada orang yang dicintainya, karena didorong perasaan malu kepadanya, dan karena adanya keagungan kedudukan orang yang dicintainya di dalam hatinya.
Sebagaimana ungkapan sebuah syair:
Hujaman tombak niscaya kan bisa kuhadang
Namun, hujaman pandanganmu membuatku tak berdaya
Karna pandanganmu lebih tajam dari ujung tombak
Dan lebih cepat dari lesatan anak panah
3. Senantiasa menyebut nama orang yang dicintainya
Di antara tanda-tanda cinta yang menunjukkan seseorang jatuh cinta kepada orang yang dicintainya adalah dia senantiasa menyebut orang yang dicintainya, selalu mengingatnya, dan membicarakannya. Barangsiapa yang mencintai seseorang maka sudah pasti dia banyak mengingatnya di dalam hati dan menyebut namanya dengan lisannya.
4. Selalu taat terhadap perintah sang kekasih
Salah satu tanda cinta yaitu selalu taat terhadap perintah sang kekasih, mendahulukan kehendak sang kekasih daripada kehendaknya sendiri. Bahkan, tanda cinta ini adalah penyatuan kehendak orang yang mencintai dengan orang yang dicintai.
5. Memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya dengan sungguh-sungguh
Salah satu tanda cinta adalah senantiasa memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya. Hatinya senantiasa ada untuk mendengarkan perkata orang yang dicintai.
6. Mencintai tempat tinggal orang yang dicintai
Salah satu tanda cinta adalah mencintai tempat tinggal orang yang dicintai, bahkan mencintai tempat yang disenangi oleh orang yang dicintai.
Sebagaimana ungkapan sebuah syair yang disebutkan dalam kitab Raudhatul Muhibbin:
Kulewati malam dari satu rumah ke rumah lain
Kuraba setiap permukaan dinding ke dinding lain
Mencintai tempat tinggal adalah sebagian dari cinta
Yang lebih penting lagi adalah mencintai penghuninya
7. Segera menghampiri orang yang dicintainya
Salah satu tanda cinta adalah orang yang jatuh cinta segera menghampiri orang yang dicintainya, dia akan menempuh seluruh jalan yang bisa mengantarkannya kepada orang yang dicintainya. Dia terus berusaha agar bisa berdekatan dengan orang yang dicintainya.
Dirinya selalu berusaha mencari jalan menuju kekasihnya, terus bersungguh-sungguh untuk bisa bersua dengan kekasihnya, dan menyukai apapun jalan yang bisa mengantarkannya kepada kekasihnya.
8. Jalan yang dilalui terasa pendek saat mengunjungi orang yang dicintai
Jalan yang dilalui terasa cepat baginya, seakan-akan jalan itu terasa dilipat untuknya.
Sebaliknya, jalan yang ditempuh saat kembali dari orang yang dicintai terasa panjang sekali -meskipun sebenarnya jalan itu pendek.
Dalam sebuah syair disebutkan:
Jika hati ini hendak melihatmu
Seakan-akan jalan panjang itu terlipat
Waktu berputar cepat
Dan tiba-tiba aku berada di hadapanmu
9. Cemburu kepada orang yang cintai
Salah satu tanda cinta adalah perasaan cemburu di dalam hatinya kepada orang yang dicintainya. Rasa cemburu juga bisa bangkit jika orang yang dicintainya disakiti, dirampas haknya, dan diganggu urusannya. Ini merupakan gambaran cemburu yang hakiki dari orang yang sedang jatuh cinta.
10. Rela berkorban untuk mendapatkan keridhaan orang yang dicintai
Salah satu tanda cinta adalah orang yang mencinta rela berkorban untuk mendapatkan keridhaan orang yang dicintainya, semampu yang bisa dia lakukan.
Dalam masalah ini, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Raudhatul Muhibbin menyebutkan tiga keadaan orang yang jatuh cinta:
  1. Pada awalnya, pengorbanan yang dilakukan terasa berat dan membebani.
  2. Jika perasaan cinta semakin kuat, maka pengorbanan akan dilakukan dengan sukarela dan senang hati.
  3. Jika cinta itu tertanam kuat di dalam hati, maka pengorbanannya sudah menjadi tuntutan dan permintaan yang seakan-akan harus dipenuhi dari orang yang dicintainya. Bahkan, dia rela mengorbankan nyawanya sekalipun, demi membela orang yang dicintainya.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/05/36701/tanda-tanda-orang-yang-sedang-jatuh-cinta/#ixzz2yrFhXm7l 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Minggu, 13 April 2014

Mandikan Aku Bunda

Rani, wanita berotak cemerlang & memiliki idealisme tinggi. Memiliki sikap & konsep diri yg jelas: meraih yg terbaik, di bidang akademis maupun profesi yg akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.
Universitasnya mengirim dia utk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda. Berikutnya, Rani mendapat pendamping yg ”selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka.
Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.
Ketika ditanya soal ini, ”Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? ” Dengan sigap Rani menjawab, ”Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!” Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.
”Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.” Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ”memahami” orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.
Bahkan Alif selalu menyambut kedatangannya dg penuh ceria. Rani menyapanya sbg ”malaikat kecilku”.
Sungguh keluarga yg bahagia. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Siapa yg tak iri pada keluarga ini?
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ”Alif ingin Bunda mandikan,” ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani yg detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan & mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dg baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dg pengertian menurut meski wajahnya cemberut.
Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ”Bunda, mandikan aku!” kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, sang baby sitter atas nasihat dokter pribadinya membawa Alif ke UGD krn demam dan kejang-kejang. Tenyata, Allah sdh punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.
Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. ”Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,” ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, Rani masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, yg tegar itu, berkata, ”Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?”
Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ”Ini konsekuensi sebuah pilihan,” lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.
Tiba-tiba Rani berlutut. ”Aku ibunyaaa!” serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ”Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..” Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.
-----
Semoga bermanfaat .. sunuh anak anak ini tidak salah  mari kita sebaai oran tua lebih intropeksi diri .. semoa kita semua dimampukan menjadi yan terbaik untuk anak anak

facebook.com